Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 16 January 2019

Tanya Jawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir (Bagian 3)


islamindonesia.id – Tanya Jawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir (Bagian 3)

 

Pada artikel Tanya Jawab Tasawuf Bersama Haidar Bagir bagian ke-3 ini redaksi akan menampilkan tanya-jawab tentang Tuhan dan Penciptaan, dan Dzikir. Selamat menyimak.

 

Baca Juga:

 

Tuhan dan Penciptaan

Tanya (T): Ustat…… Sebelum adanya Tuhan, apa yg ada…?

Jawab (J): Tuhan selalu ada. Tak pernah ada waktu di mana Tuhan tidak ada…

T: Tuhan katanya bisa marah. Bisa bersedih juga tidak, Pak?

J: Tuhan tak bisa dibatasi utk “tidak ini dan itu”. Tapi kalau pun Tuhan gembira & sedih, itu selalu terkait dg cintaNya kpd makhluknya. Dg kata lain, thd dirinya Tuhan Maha Kaya & tak butuh apa2. Thd makhluknya selalu menginginkan kebaikan mereka – Rahman, Rahim, Karim, Wadud, dsb

T: Apakah kita adalah tuhan dari diri kita sendiri dan diri sendiri adalah bagian dari tuhan?

J: Tuhan itu musyabbah (imanen) dg makhluk dlm tajalliNya,tapi spnhnya munazzah (transenden /berbeda total dari makhlukNya) dlm hal DzatNya

T: Dalil siapa mengenl diri mk sngguh akan mengenal Allah hanya bs melalui jalan sufi, Prof?.

J: Ya, jika tasawuf dipahami scr luas sbg jalan akhlak mulia

T: Maaf, makna dari aku lebih dekat padanya dari pada urat leher itu bagaimana?

J: Tuhan dlm tajalliNya, bukan DzatNya, bersifat musyabbah/immanen dlm diri manusia. Dlm hadis dikatakan, “Hanya hati mukmin yg bisa menampung (tajalli) Ku..”

T: Bagaimana agar kita bisa jatuh cinta  kepada Allah bib ?🙏

J: Cinta kpd Allah sdh merupakan fitrah manusia. Tapi sering tertutupi oleh kotoran hati akibat perbuatan maksiat kita sendiri. Maka, mari selalu berupaya membersihkan hati dg menghindarkan maksiat se-jauh2nya, beramal shaleh se-banyak2nya, serta meningkatkan kualitas ibadah kita kpdNya

T: Bib, kan tuhan maha adil. Jadi apakah kalo kita berdoa meminta surga tandanya kita itu meragukan keobjektifan dan keadilan tuhan itu sendiri?

J: Tidak. Meminta itu sama dengan berdoa. Berdoa itu pengakuan kita akan kefakiran kita di hadapan Allah Yg Mahakuasa. Itulah salah satu otaknya ibadah. Jadi, yg penting dlm berdoa itu prosesnya, hasilnya kita serahkan kpdNya

T: Jk kita sudah huznudhon pd Allah, ternyata yg kita dapat malah sangat pait, hati ini gmana mengkondisikannya bib?

J: Allah mungkin ingin melatih kesabaran kita dan, karenanya, makin mencintai kita. Bukankah Allah mencintai org2 yg sabar?

T: Assalamu’alaikum, Prof. Saya mau nanya, soalnya suka bingung. Sebetulnya sampai sejauh mana Allah mengintervensi kehidupan kita serta sejauh mana batas kemampuan upaya manusia? Maaf, hanya bisa share kebingungan, Prof. 😅 Makasih 😊

J: Manusia diberi ikhtiar dg izin Allah. Jadi ada ikhtiar manusia, tapi – agar ikhtiar bisa efektif – hrs ada kasb (kemampuan) utk mengefektifkannya dari Allah setiap ikhtiar itu akan diefektifkan. Kdg disebut al-amr bayn al-amrayn (satu hal yg berada di antara dua hal)

T: Tanya Bib, bagaimana sebenarnya konsep Nur Muhammad itu? Dari metode pengajaran para guru di kampung, semua beda-beda. Namun intinya sepakat bahwa Nur Muhammad itu adalah ruh yg telah wujud sebelum Adam

J: Nur Muhammad itu adlh ciptaan/tajalli pertama Allah Swt. “Cermin” plg dekat Allah Swt. Sklgs sumber/model ciptaan dlm level2 tajalli/penciptaan selanjutnya. Semua ciptaan adlh manifestasi Nur Muhammad ini. WalLaah a’lam

T: Maaf bib, tentang Allah bersolawat itu mksdnya gmn ya?

J: Menurut para ulama, shalawat Allah kepada Nabi Muhammad berarti Rahmat dan Ridha-Nya kepada beliau saw

T: Habib.. Izin mau bertanya. Apakah habib setuju dg ajaran tauhid syekh siti jenar ttg “manunggaling kawulo lan gusti” (menyatunya diri dg Tuhan)? Klo setuju bgmn implementasinya, jika tidak dg jalan apa kita bertauhid dg benar?

J: Wahdatul wujud srg disalahpahami sbg pengidentikan makhluq dg Allah. Yg benar, sbg Dzat, Allah spnhnya munazzah (transenden/beda total dg makhluk), tapi tajalli (manifestasi/pengejawantahan)Nya bisa musyabbah (imanen/berbagi kesamaan) dg makhluk. Wahdatul wujud adlh tawhid juga

T: Assalamualaikum Habib, apakah “Manunggaling Kawula Gusti” termasuk pengejawantahan tasawuf? Maaf sepengetahuan terbatas saya malah dekat dengan Zindiq

J: Tidak, jika itu dipahami sbg tawhid wujudi, yg di dlmnya Allah diyakini musyabbah (imanen) dlm tajalliNya dan munazzah dlm DzatNya, sekaligus

T: Berarti kalau ada yg spt itu bisa kita simpulkan menyimpang ya Habib. Terima kasih atas responnya

J: Kalau menganggap makhluk sepenuhnya identik dg Tuhan, ya memang layak dianggap sesat

T: Pak @Haidar_Bagir , Apakah konsep tasawwuf tentang “Ittihād”, memiliki landasan teologis?

J: Landasan keagamaan & kesufian. Manusia tercipta dg embusan ruhNya, dan pd akhirnya akan kembali kpdNya. Baik sejak semasa di dunia ini dg cara membersihkan hatinya atau pun nanti di akhirat

T: Assalam, tanya Bib. Bagaimana cara kita memandang alam ini apakah cukup dengan lahiriah saja? Karena saya terjebak dlm dunia fisika!!

J: Setiap makhluk Allah memiliki jiwa. Coba bersikap baik kepada makhluk2 Allah non-manusia. Mdh2an Allah akan bukakan hijab antara kita dan mrk…

T: bila kelak Sya masuk neraka, bolehkah saya melakukan pembelaan : “wahai Tuhan bukankan aku tidak pernah minta Engkau ciptakan? Sedangkan dunia penuh dg fitnah, dimana keadilan Mu ya Rob” mohon pencarahan bib?

J: Neraka, dlm pemahaman saya adlh bagian yg hrs kita lalui dlm perjalan kembali kpd Allah, jika memang ada kotoran2 yg hrs dibersihkan sbg syarat bisa kembali kpdnya. Neraka adlh bagian dari rahmatNya juga..

T: Neraka yang paling ringan saja bgitu hebat bib, bgm mungkin kita makhluk yg lemah ini melewatinya, bukankah ampunan Allah seluas langit dan bumi, mohon pencerahan lagi? Terima kasih atas jawaban habib

J: Saya husnuzh-zhan pd Allah. Dlm Quran, ketika sampai pd siksa neraka, Allah sampaikan akan menjalanlan janjinya atau memutuskan lain….

T: Assalamualaikum bib, mohon ijin bertanya… Apa pandangan habib tentang hadist Nabi “Awwaludin marifatulloh…” salam

J: Ya, maknanya adlh memahami Allah sbg Dzat yg aifat-utamanya adlh Rahman dan Rahim. Tasawuf adlh mazhab cinta Islam: menanamkan dlm diri akhlak cinta kasih kpd Allah dan kpd sesama

T: Bib utk mncapai ma’rifat scra cpat gmn smpai mncapai fana’

J: Tidak bisa cepat. Nabi saw menyebutnya jihad akbar. Perlu keikhlasan, kesabaran, dan kerendahhatian. Dan pertolongan Allah Swt…

T: Pak, apa takdir bisa di rubah? Bila bisa, contohnya seperti apa?

J: Bisa. Yg tak bisa berubah itu qadhaNya, yg tak terikat waktu. Takdir itu rincian yg terjadi berkat interaksi qadha dg waktu di alam fisik. Tiada sesuatu terjadi kecuali Allah terlibat di dlmnya. Bisa saja sesuatu sehrsnya terjadi scr sunnatulLaah, tak terjadi berkat intervensiNya

T: pernah ditanya anak “yah, kalau kita di surga nanti, kalau makan buah quldi, apa balik ke dunia lagi?” 🙏

J: Itu hanya berlaku utk Nabi Adam & Sitti Hawa. Bagi yg lain, setelah mati, tak ada jalan kembali. Yg ada adlh jalan ke depan, kembali kpd Allah Swt

T: Salam habib. Ada kata mengatakan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasangan. Misal: siang-malam, hangat-dingin, keras-lunak, bulan-matahari.. nah kalau “bintang” apa ya bib pasangannya ?.. salam . 🙏🙏

J: Mungkin, matahari-bintang. Bulan itu adlh salah satu bintang?😊

 

Dzikir

T: prof, apa tipsnya supaya dalam kesibukan tetap ingat / berdzikir ?

J: Sadari/pelajari bhw semua yg ada ini adlh tajalli (manifestasi/pengejawantahan) Allah Swt. Nyatanya, memang tiada yg terlepas dariNya Swt. Semua yg terjadi pun hanya terjadi dg kehendakNya. Lalu intensifkan ibadah kpdnya, khususnya shalat & puasa. Ke2nya adlh tali penghubung dgNya

T: Assalamualaikum, pak. Bagaimanakah agar hati selalu bisa berdzikir meskipun mulut berbicara yg lain? 🙏

J: Itu namanya khalwat di tengah2 pergaulan. Bersihkan hati dari hawa nafsu. Maka apa pun yg kita lakukan akan selalu terkait dg Allah…

T: Bib @Haidar_Bagir bagaimana caranya agar bisa mendapat taufiq dan hidayah dari Alloh SWT???

J: Bersihkan hati dg berusaha semampunya menghindari maksiat, berakhlak mulia, beramal shaleh serta meningkatkan ibadah wajib dan sunnah, secara kualitas dan kuantitas…

T: saat resah, apakah yg harus dilakukan bib..

J: Mengingat Allah, dan meminta pertolongan dariNya melalui shalat dan puasa…

T: Maaf Prof, bagaimana cara kita tau kalau akal kita ini sedang berdzikir atau hanya sekedar pemikiran liar saja? Dan batasannya apa untuk tetap berpikir atas apapun kekuasaanNya, tp tidak salah dan menyesatkan.

J: Bersihkan diri dari egoisme (keakuan), yg menyeret kita kpd akhlak buruk & maksiat. Jika kita sdh berusaha keras dg ikhlas, in sya’ Allah pemikiran yg datang adlh ilham dariNya…

T: Asslamualaikum Habib, Bagaimana menjadikan dzikir sbg pertolongan pertama pada penyakit?

J: Dzikir itu terutama obat bagi penyakit hati. Tapi juga bisa berfungsi sbg doa utk hajat apa pun, selama disampaikan dg keimanan dan kepasrahan kpd Allah…

T: pas dzikir/sholat ga bisa fokus/khusu’.. mesti kemasukan pikiran lain, gmn meminimalisir atau bahkan menghilangkannya?

J: Belajar terus dan giat dlm mengendalikan keakuan/hawa nafsu

T: Apakah kita sbg manusia biasa dpt menjadi seorang sufi & bgmana cara kita lbh dkt kpd allah sdngkan allah sangat  dekat kpd kita bahkan lebih dekat dari urat leher.  Trims bib 🙏🏻 (dan makna dekat itu sndiri sprti apa bib).

J: Bersihkan hati dg banyak beribadah dg ikhlas, berakhlak mulia dan beramal shaleh. Allah selalu dekat dg kita. Bahkan tajalli Allah ada dlm hati kita. Tapi seringkali semua itu tertutup oleh malas dan buruknya kualitas ibadah kita, serta akhlak buruk dan kekurangan amal saleh…

T: Ya habib..kalau sedang keras berusaha agar setiap saat selalu dlm kondisi dzikrullah tetapi sering kali lalai lalu istighfar..lalai lagi istighfar lagi.. rasanya kok gak enak istighfarnya. Gimana niat agar setiap pekerjaan kita dihitung dzikrullah.

J: Ingatlah bhw tak ada sesuatu yg ada & yg terjadi kecuali ada keterlibatan kekuasaan dan izin Allah di dlmnya. Tak prnh ada apa pun kecuali ada keterlibatan Allah di dlmnya. Ini diingat dlm setiap aktivitas kita lalu kita syukuri. Alhamdulillah…

 

PH/IslamIndonesia/Photo: Dwianto Wibowo/TEMPO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *