Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 13 August 2016

KHAS—Subhanallah! Inikah Makna Sejati Tembang Sluku Sluku Bathok?


Khazinatul Asrar

IslamIndonesia.id—Subhanallah! Inikah Makna Sejati Tembang Sluku Sluku Bathok?

 

Dalam banyak tulisan terdahulu sudah kita ketahui bahwa dalam misi penyebaran agama Islam di Nusantara, para Wali Songo pada zamannya telah dengan sangat brilian menyampaikan pesan dan wejangannya melalui berbagai macam cara, termasuk di antaranya melalui pagelaran wayang kulit, menggubah tembang-tembang religius tingkat tinggi menjadi tembang dolanan dalam Bahasa Jawa dan lain sebagainya.

Adapun salah satu hasil karya peninggalan para wali pada waktu itu dan yang demikian populer di masyarakat Jawa hingga saat ini—selain lagu Lir-Ilir, di antaranya adalah tembang Sluku Sluku Bathok. Yakni sebuah tembang yang konon diciptakan oleh Sunan Giri (ada pula yang menyebutnya sebagai karya Sunan Kali Jaga) dan ditulis sekira tahun 1400-an.

Tak ada yang tahu pasti, darimana sebenarnya inspirasi lagu Sluku-Sluku Bathok ini berasal. Namun anehnya, sejarah justru mencatat bahwa pada tahun 1261H atau sekitar tahun 1800-an, Sayyid Muhammad Haqqi Annazli ketika menulis kitab Khazinatul Asrar, di dalamnya terdapat rangkaian kalimat yang dari segi bunyi, dapat dikatakan sangat mirip bila disandingkan dengan syair tembang Jawa ini. Adakah ini sebuah kebetulan atau justru antara keduanya saling terkait? Wallahu ‘a’lam..

Yang jelas, kitab tersebut banyak menjelaskan tentang ilmu Haq fil Qalbi; yang di antaranya berisi tentang makna Zikir, juga tentang Thariqah lengkap dengan sanad mursyidnya. Sedangkan isi atau makna yang tersirat dalam lagu Sluku-Sluku Bathok, tak jauh beda dari itu, juga mengungkap tentang cara atau jalan yang harus ditempuh para pesuluk atau Pencari Tuhan, untuk mendapatkan ilmu sejati.

Untuk dapat melihat lebih jelas kemiripan bunyi antara kalimat-kalimat yang terdapat dalam kitab Khazinatul Asrar dengan syair lagu Sluku-Sluku Bathok, berikut ini kami sajikan untuk pembaca. Untuk memudahkan perbedaannya, kode SSB untuk Sluku-Sluku Bathok dan kode KA untuk Khazinatul Asrar.

SSB: Sluku sluku bathok … Bathoke ela elo

KA: Usluk sulukal baqo’Baqo’uhu laailaaha illallooh

 

SSB: Si Romo menyang Solo, oleh-olehe payung mutho

KA: Sirro maa yashilu ilalloh fahayyun laa yamuut

 

SSB: Pak Jenthit lolo lobah… Wong mati ora obah

KA: Fajadid lahul hubbah .. Fabatinuhu bil makrifah

 

SSB: Yen obah medeni bocah… Yen urip goleko duwit

KA: Bayyinul mahabbah bidawaamil muroqobah … Bayyinul makrifah bil baqo’l tafwidz

 

Lalu apa maknanya dalam Bahasa Jawa?

Konon kurang lebih maknanya adalah sebagai berikut:
Nyilem, nyilemo siro kanti langgeng… kelanggengan iro klawan Laa ilaaha illallooh

Rahasianing ati iro bakal iso wushul maring Alloh kang tansah urip ora tau mati

Lan bakal nukulke katresnan iro mareng Alloh… lan batin iro biso makrifah

Wujute tresno iku langgenge takorrub mareng Alloh… wujute makrifah iku kekale manunggal marang sifate gusti.

 

Lalu bagaimana tafsir lebih gamblang berkenaan dengan lagu Sluku-Sluku Bathok tersebut?

 

(Bersambung)

 

EH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *