Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 09 August 2016

Mantan Mufti Mesir, Ali Jum’ah, Selamat dari Percobaan Pembunuhan


percobaan pembunuhan syekh ali goma

IslamIndonesia.id – Syekh Ali Jum’ah Selamat dari Percobaan Pembunuhan di Kota October

Pertolongan Tuhan telah menyelamatkan Syekh Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir, dari percobaan pembunuhan. Dikabarkan bahwa para tersangka menembakkan senjata kepadanya di kota October (05/08). Dalam peristiwa penempakan itu seorang pengawal pribadinya tewas.

Pihak keamanan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan beberapa pelaku. Jenderal Hisyam al-Iraqi, asisten bidang keamanan Kementerian Dalam Negeri, telah mendesak pihak berwajib untuk segera mengungkap peristiwa tersebut.

Jenderal Khalid Syalbi, direktur biro umum kepolisian, memperoleh peringatan atas percobaan pembunuhan Syekh Ali Jum’ah yang dilaprokan dilakukan oleh dua orang bersenjata.

Para saksi mata menjelaskan bahwa Syekh Ali Jum’ah tinggal disebelah masjid Fadhil di wilayah barat Somed, kota October, sekitar 200 meter dari masjid.

Ali Jum’ah senantiasa melaksanakan shalat di masjid ini dan hampir tiap Jum’at memberikan khutbah di sana. Beliau masuk masjid melalui pintu timur. Para saksi mata melaporkan, beberapa menit sebelum waktu shalat Jum’at tiba, saat Ali Jum’ah datang lewat taman masjid, tiba-tiba saja beberapa orang bersenjata menembakkan senjata otomatis mereka ke arahnya. Seorang pengawal pribadinya menghalanginya sehingga membuatnya tewas, dan menyelamatkan nyawa Syekh Jum’ah.

Para saksi mata menegaskan bahwa pelaku peristiwa berjumlah empat orang. Tiga di antaranya menembakkan tujuh kali tembakan beruntun ke arah Syekh Jum’ah dan satu orang lain mengawasi keadaan.

Setelah peristiwa tersebut, Doktor Ali Jum’ah meminta izin kepada khatib Jum’at agar mengizinkan dirinya menjadi khatib. Di dalam khutbahnya beliau menyampaikan bahwa dirinya berharap memperoleh syahadah. Dirinya tidak mungkin meninggalkan risalah agama hanya karena orang-orang khawarij itu. Dia berdoa agar semua kelompok teroris mengalami kegagalan demi kegagalan dan berdoa agar bangsa bergembira atas apa yang terjadi atasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa percobaan pembunuhan ini bukan kali pertama yang dilakukan terhadap dirinya. Para teroris ini pernah mencoba membakar rumahnya di Fayoum, tahun lalu. Mereka mencoba membunuhnya pada tahun lalu di October. Doktor Ali Jum’ah berniat menyebarkan tulisan beberapa hari ke depan yang akan membuka aib para teroris ini dan menegaskan bahwa pelaku peristiwa ini adalah orang-orang bayaran.

Dia juga menambahkan bahwa seandainya dirinya wafat, niscaya jutaan orang akan menggantikan dirinya demi membela kebenaran dan menyebarkan Islam yang sesungguhnya yang telah diciderai para teroris perusak agama ini. Sesungguhnya percobaan pembunuhan ini adalah usaha untuk merusak kebahagiaan bangsa Mesir yang sedang merayakan pembukaan Terusan Suez.

Anggota keluarga dan cucu Doktor Ali Jum’ah mengaku menyaksikan para pelaku dan mereka meyakini bahwa pelaku berasal dari pihak keamanan karena bercadar dan menggunakan senjata otomatis.

Jenderal Hisyam al-Iraqi bergegas ke tempat peristiwa dan menutup pintu masuk dan pintu keluar kota October dan jalan alternatif, 26 Juli. Sementara pihak keamanan di bawah pimpinan Jenderal Mustafa Isham melakukan penyisiran di seluruh kawasan tersebut.

Di tempat terpisah, Jenderal Muhammad Sadiq, mantan wakil kepala keamanan negara menjelaskan bahwa di balik tindak kejahatan ini adalah sisa-sisa ekstremis di wilayah Nahiye dan Kardasah yang pernah digempur pihak keamanan. Sebanyak 45 orang di antara mereka telah ditangkap. Disebutkan bahwa masjid Fadhil tempat peristiwa percobaan pembunuhan itu didirikan oleh ibu salah satu kelompok bersenjata.

Selain itu, Doktor Syauqi ‘Alam, mufti Mesir saat ini meyebut percobaan pembunuhan itu sebagai tindakan teroris yang kejam. Dia menegaskan bahwa kelompok ekstremis dan teroris bermaksud membungkam suara-suara kebenaran yang menolak dan memerangi cara-cara ekstrem mereka dengan hujjah dan argumentasi kuat. Mereka hanya mengetahui bahasa darah dan kerusakan.

Dalam konteks yang sama, Doktor Muhyiddin Afifi, sekretaris perkumpulan peneliti Islam, menyatakan bahwa percobaan pembunuhan ini menunjukkan sikap frustrasi mereka dan kegagalan mereka dalam membungkam suara-suara kebenaran dengan cara meneror pemuka dan ulama yang mempertahankan kebenaran agama.

 

Tom/Islamindonesia/Sumber: al-Ahram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *