Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 13 April 2016

KHAS–Taliban Beraksi Lagi, Ulama Afghanistan Ingin Belajar dari NU


Smoke billows from a building after a Taliban attack in Gereshk district of Helmand province, Afghanistan March 9, 2016. REUTERS/Abdul Malik

Gerakan Taliban pada Selasa 12 April kemarin mengumumkan dimulainya serangan besar-besaran atas wilayah yang dikuasai oleh pemerintahan Kabul dengan operasi bom bunuh diri dan serangan gerilya. Tujuannya, kata pengumuman itu, untuk menumbangkan rezim dukungan Barat di Afghanistan.

Pengumuman “Operasi Omari” muncul beberapa hari setelah kedatangan Menlu John Kerry yang menegaskan dukungan AS atas Presiden Ashraf Ghani.

“Jihad melawan pasukan agresif dan kafir adalah tugas suci di leher kita dan satu-satunya jalan kita mendirikan kembali sistem Islam dan merebut kemerdekaan,” kata pernyataan Taliban tersebut.

Gerakan Taliban menemukan kembali kekuatan pasca mundurnya pasukan koalisi internasional pada akhir 2014 silam. Taliban kini menguat kembali sejak operasi pasukan internasional pada 2001.

Padahal, beberapa tahun silam, sejumlah ulama Afghanistan telah bersepakat mendirikan organisasi kemasyarakatan yang memiliki semangat seperti Nahdlatul Ulama (NU). Menurut sumber yang dikutip NU Online, pertemuan itu merupakan tidak lanjut pertemuan beberapa ulama yang telah berkunjung ke Indonesia. Bukan hanya ingin membentuk Nahdlatul Ulama Afghanistan, untuk logo pun mereka sudah menyepakati akan menggunakan logo yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama sekarang.

Meski tidak ada hubungan struktural maupun administratif dengan NU Indonesia, NU Afghanistan ini memiliki kesamaan visi dan misi dengan NU di Indonesia, yakni ingin mengembangkan ajaran Islam yang toleran dan moderat, serta menyadarkan ulama dan masyarakat setempat tentang pentingnya persatuan serta saling menghargai antara satu dengan lainya.

 

AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *