Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 12 November 2016

Gus Mus Angkat Bicara Soal Kasus Ahok


Syair-KH-Ali-bin-Maksum-oleh-Gus-Mus-480x350

islamindonesia.id – Gus Mus Angkat Bicara Soal Kasus Ahok

 

Prahara kasus Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama terkait Al Maidah 51 dinilai sebagian pihak masih mengkhawatirkan apalagi terjadi pada saat kompetisi ‘politik’ Pilgub DKI berlangsung. Ditambah jika penyelidikan Polri atas Ahok kelak  tidak diterima atau tak memuaskan bagi sebagian pihak.

Atas situasi ini, tokoh senior Nahdlatul Ulama KH Mustofa ‘Gus Mus’ Bisri berpesan agar umat Islam bersikap hati-hati dalam menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang sedang menyeret Ahok ini.

Di mata Gus Mus, sikap saling hujat dan kecam atas nama umat Islam memiliki kaitan dengan perebutan kekuasaan dalam Pilkada DKI Jakarta. Kasus Ahok ‘digoreng’ dengan mencatut agama untuk kepentingan politik.

“Umat harusnya melihat, ini pemimpin, bupati, gubernur, presiden sampai kapan. Apakah sampai kiamat, atau selamamya. Ini kan ada periodenya lima tahun,” ujar Gus Mus saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (10/11).

Al-Maidah 51 Jadi Perhatian Publik, Gus Mus: Sempatkan Juga Baca Ayat 8

Gus Mus menilai beberapa kelompok Islam sudah mengarah pada kebencian dalam menyikapi perkataan Ahok tentang Surat Al Maidah yang berujung pada laporan dugaan penistaan agama.

Menurut Gus Mus, ekspresi kebencian itu terlihat dari banyaknya hujatan dan makian. Namun, sikap ini hanya dilakukan oleh segelintir dan sekelompok orang yang mengatasnamakan umat Islam.

“Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jangan kita memuji orang tapi dengan menjatuhkan atau menghujat orang lain. Emosi di hati jangan sampai menciptakan kebencian yang berlebihan, itu pasti akan memunculkan masalah, seperti yang terjadi sekarang ini di mana umat sudah terpancing membenci Ahok yang berlebihan,” ungkap Gus Mus.

Gus Mus menyatakan untuk menjadi manusia obyektif dan jujur memang tidaklah mudah. Emosi dan hawa nafsu yang tidak terkendali akan dapat membuat manusia goyah dalam menentukan sikap, hingga akhirnya bisa menghalalkan segala cara.

“Menjadi jejeg (tegak) itu memang tidaklah mudah. Kalau hati ini tidak kuat, akan bisa goyah ke kiri maupun ke kanan. Maka, janganlah mudah terhasut atau terpancing,” kata Gus Mus.

Gus Mus: Islam Kita Islam Indonesia Bukan Islam Saudi Arabia

Seperti halnya Gus Mus, mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif berupaya menenangkan massa Islam yang anti-Ahok.

Syafii malah menilai Ahok tidak melakukan penistaan agama saat menyebut surat Al Maidah ayat 51. Ahok, ujar Syafii, hanya mengkritik pihak-pihak yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih Ahok.

“Walaupun saya dihujat karena melawan arus, saya santai saja. Anggap enteng dan mengalir saja,” ujar Syafii seperti dilaporkan Detik.com, Rabu (9/11).

Syafii juga mengkritik Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa terkait kontroversi pernyataan Ahok. Semestinya sebagai lembaga yang kredibel, MUI harus mempertimbangkan fatwa-fatwa demi menjaga keutuhan bangsa.

Meski demikian, dia meminta perbedaan pendapat dirinya dengan MUI jangan terlalu dipermasalahkan. 

“Ya nggak apa-apa (perbedaan pendapat) kan ada kutub utara dan kutub selatan, biasa itu. Kita saling melengkapi,” kata Syafii.[]

MUI Sebut Ahok Dibunuh Menurut Hukum Islam, Gus Mus: Aneh Sekali

 

YS / islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *