Satu Islam Untuk Semua

Monday, 06 February 2017

Film Bid’ah Cinta akan Rilis Soundtrack Garapan ‘Noe’ Putra Cak Nun


WhatsApp Image 2017-02-06 at 15.37.54

islamindonesia.id – Film Bid’ah Cinta akan Rilis Soundtrack Garapan ‘Noe’ Putra Cak Nun

 

Setelah mempublikasikan trailer film Bid’ah Cinta, Rumah produksi Kaninga Pictures selanjutnya akan merilis dua buah lagu yang merupakan soundtrack garapan seniman Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal Neo ‘Letto’.

Selain dikenal vokalis band Letto, Noe memang juga dikenal kerap tampil bersama Kiai Kanjeng, grup musik yang kerap mengkolaborasikan tembang seperti shalawatan dan lagu modern. Di sisi lain, lirik-lirik lagu Letto sejauh ini akrab dengan pesan-pesan sufistik, suatu dimensi dalam Islam yang tak semua Muslimin menerimanya.

Musik, shalawatan, tasawuf bagi sebagian Muslimin adalah bid’ah. Dari liputan Islamindonesia.id misalnya, Noe pernah mendiskusikan lirik lagu ‘Sebelum Cahaya’ di Mocopat Syafaat Bantul bersama budayawan kondang Emha Ainun Najib (Cak Nun) yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

Baca juga: Cak Nun dan Noe ‘Letto’, Bicara Makna Sufistik Lagu ‘Sebelum Cahaya’

Vokalis yang juga penulis lirik lagu ini mengatakan, ‘Sebelum Cahaya’ mencerminkan kondisi dimana Tuhan memberi tahu manusia bahwa utusan-Nya kanjeng Nabi Muhammad – sebagai manusia paripurna – tidak akan pernah sendiri. Tuhan akan senantiasa menemaninya, bagaimanapun beban yang ia hadapi dalam mengemban risalah selama di dunia ini.

“Kalau Anda sedikit saja mau mendengarkan, membuka mata, dan menenangkan hati, (makna) syair (lagu) itu akan terdengar di telingamu,” kata Noe sembari menyinggung pesan di balik lirik, “Ingatkah engkau kepada…, embun pagi yang bersahaja…, yang menemanimu sebelum cahaya, …”

Kata ‘cahaya’ dalam album ‘Don’t Make Me Sad’ ini bukan sekedar makna pada umumnya. Cahaya, kata Noe, ialah manifestasi dari ‘keber-Ada-an’. Apapun yang ada di dunia puncaknya adalah cahaya dimana ia tidak perlu sebab untuk ada. Tak heran, meski banyak yang kenal dan suka dengan lagu-lagunya, tak sedikit juga orang yang menilai lirik-lirik Letto cukup rumit dipahami.

-Baca juga: TASAWUF – Benarkah Kaum Sufi Meremehkan Syariah?

Seperti diberitakan sebelumnya, film yang disutradarai Nurman Hakim ini direncanakan beredar mulai 16 Maret 2017 . Cuplikan trailer tersebut mengisahkan hubungan asmara yang dibalut dengan latar persoalan pemahaman agama yang berbeda.

Kisah kasih antara Khalida (Ayushita Nugraha) dan Kamal (Dimas Aditya) yang terbentur restu oleh kedua orang tua masing-masing. Masalah yang dihadapi karena adanya cara pandang mengenai ajaran agama yang sedikit bertentangan di antara kedua keluarga mereka. Bahkan tidak jarang konflik yang terjadi juga meluas ke masyarakat di sekitar perkampungan tempat mereka tinggal.

“Trailer ini diharapkan memberikan gambaran bahwa cinta akan meluruhkan semua perbedaaan, termasuk perbedaan dalam beragama,” kata Nurman Hakim seperti dilansir JawaPos.com, Jumat (3/2).

Menurut sutradara, film Bid’ah Cinta yang dibintangi oleh Ayushita Nugraha dan Dimas Aditya adalah potret realitas yang terjadi saat ini. Selain dua bintang di atas, film ini juga didukung oleh sederetan aktor dan aktris kenamaan lain seperti Ibnu Jamil, Dewi Irawan Alex Abbad, Jajang C.Noer, Tanta Ginting, Karlina Inawati, Khiva Iskak, Fuad Idris, Ronny P.Tjandra hingga Yoga Pratama.[]

-Baca juga: KH. Said Aqil Siradj: “Jika Agama Tak Boleh Campur Budaya, Shalat Jangan Pakai Pakaian”

Berikut video trailernya:

YS/ islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *