Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 20 October 2016

Video Pengakuan Penyerang Polisi Tangerang Beredar di Dunia Maya


indopress-beredar-video-terduga-pelaku-penusukan-polisi-di-tangerang

islamindonesia.id — Video Berisi Pengakuan Penyerang Polisi di Tangerang Beredar di Medsos

Video pengakuan pemuda yang ditengarai sebagai simpatisan ISIS yang menyerang Kapolsek Tangerang dan 4 anggotanya Kamis (20/10) dengan golok, kini viral di dunia maya. Dalam video pendek yang diunggah oleh akun Facebook Yusa Murtezha tersebut, si pelaku penusukan, SA (22) terlihat berbaring di ranjang dengan wajah berdarah-darah.

Saat ditanya, Sultan mengaku dia datang dari Palembang dan sempat tinggal di rumah kakaknya di Sepatan. Sultan melakukan aksi penusukan itu untuk menegakkan khilafah Islam seperti di Irak.

Saat ditanya siapa tokoh yang menginspirasi aksi penusukannya, Sulton menyebut nama Abu Bakar al-Baghdadi. Namun Sultan mengaku dia bergerak sendiri, tidak ada kelompok lain atau jaringan lain yang berhubungan dengannya. Yang menarik, Sultan juga mengaku bahwa kakaknya adalah seorang polisi.

Setelah sekian lama melakukan perekrutan lewat propaganda seruan “jihad” ke Suriah melalui media sosial dan aksi perang urat syaraf melalui rilis massif video “penggal kepala” tawanan, kali ini—atau tepatnya sejak pertengahan tahun 2016 ini, kelompok teroris ISIS telah menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu, Al Fatihin, untuk memuluskan kampanyenya demi menjangkau dan menyasar lebih banyak calon simpatisan mudanya di Asia Tenggara.

Malay Mail Online, mengutip Berita Harian, Malaysia melaporkan bahwa edisi perdana media ISIS yang diberi nama Al Fatihin, yang berarti Sang Penakluk, telah diluncurkan pada 20 Juni 2016 lalu dengan tagline “Surat kabar bagi Muhajirin berbahasa Melayu di Daulah Islamiyyah” atau surat kabar bagi para migran berbahasa Melayu di Negara Islam. Tagline semacam ini tampaknya sengaja dibuat ISIS untuk mendorong persatuan para militan, tak peduli perbedaan suku, bahasa, identitas dan asal-usul kebangsaan mereka. Hal ini sebagaimana dipertegas sendiri oleh mereka, bahwa jihadis Asia Tenggara memiliki logo yang sama dan dengan demikian, semua jihadis berbahasa Melayu harus bertindak kompak dan serempak di bawah satu kepemimpinan.

Peluncuran Al Fatihin seolah mengkonfirmasi kekhawatiran banyak pihak yang selama ini telah berkembang luas bahwa ISIS memang sengaja, bahkan getol ingin merambah dan menguasai wilayah Asia Tenggara, meliputi rumpun bangsa Melayu seperti Brunei, Malaysia, Singapura, komunitas Melayu di Filipina Selatan dan Thailand Selatan, tak terkecuali juga Indonesia. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah disampaikan BIN bahwa Indonesia potensial menjadi sasaran serangan ISIS. Apalagi jika menilik fakta bahwa ISIS sudah sejak lama memiliki brigade yang disebut Katibah Nusantara, berbasis di Suriah, yang anggotanya terdiri dari para militan berbahasa Melayu dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

“Pendukung Al Fatihin menyerukan militan Indonesia dan Filipina bersatu dan berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi,” tulis Jasminder Singh dan Muhammad Haziq Jani, analis terorisme di Nanyang Technological University di Singapura, seperti dirilis Time.

Redaksi Islam Indonesia pada 1 Mei 2016 silam pernah merilis dokumen rahasia ISIS yang bocor tersebar di dunia maya. Dokumen ini mencantumkan formulir pendaftaran anggota ISIS dari berbagai negara secara acak. Salah satu dari puluhan formulir tersebut mencantumkan identitas warga Negara Indonesia bernama Abu Zulfah Al-Indunisiy asal Tangerang.

AJ / Islam Indonesia / Sumber: indopress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *