Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 02 November 2016

Soal Demo 4 November, Pengamat: “Jokowi Tahu Posisi Prabowo di Mata Kelompok Islam Garis Keras”


Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) menyapa wartawan saat menunggang kuda di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Senin (31/10). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas masalah bangsa, politik dan ekonomi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.

islamindonesia.id – Soal Demo 4 November, Pengamat: “Jokowi Tahu Posisi Prabowo di Mata Kelompok Islam Garis Keras”

 

Usai bertemu Presiden Jokowi selama dua jam di kediamannya, Hambalang, Bogor,  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta agar demonstrasi memprotes Ahok pada Jumat pekan ini, 4 November, berlangsung damai. Rival Jokowi pada pilpers 2014 ini mengingatkan bahwa sebagai masyarakat yang bhineka seharusnya dapat menyikapi perbedaan tanpa  adanya konflik.

“Jangan sampai ada unsur yang mau memecah belah bangsa. Kita negara majemuk, banyak suku, agama dan ras. Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan sejuk dan damai,” kata Prabowo seperti dikutip cnnindonesia.com, Senin (31/10).

Jika dikaitkan dengan konteks demonstrasi besar 4 November, menurut pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, Prabowo memang dinilai bisa menentukan arah unjuk rasa tersebut.

“Kedatangan Presiden jelas sangat terkait dengan ketegangan menjelang demo besar di Jakarta. Jokowi tahu persis posisi Prabowo penting untuk meyakinkan kelompok-kelompok Islam yang keras,” kata Arie Sudjito, Senin (31/10).

Peneliti UGM: NU Seperti Pemain Tunggal dalam Menahan Derasnya Arus Radikalisasi

Dosen Fisip UGM ini mengatakan, Prabowo punya kemampuan menenangkan organisasi-organisasi Islam yang ikut serta dalam aksi demo tersebut. Pasalnya, pada Pemilu Presiden 2014, Prabowo Subianto memiliki hubungan dekat dengan sejumlah organisasi Islam.

“Prabowo diharapkan dapat menenangkan kelompok Islam itu, yang pernah berkoalisi dengannya saat Pilpres 2014,” katanya

Keesokan harinya, Jokowi menggelar pertemuan terbatas dengan pimpinan ormas Islam ‘mainstream’ di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ditambah Majelis Ulama Indonesia. Seperti diketahui,  dua ormas besar ini telah melarang simbol-simbolnya digunakan dalam unjuk rasa yang mengatasnamakan ‘Bela Islam’ itu.

Setelah PBNU dan PP Muhammadiyah, Giliran MUI Jabar Larang Ikut Demo 4 November

Bahkan, demo yang sebelumnya melibatkan sejumlah politisi itu, bagi KH. Said Aqil Sirajd, kini semakin tercium ditunggangi kelompok Islam radikal. Tujuan utama menghancurkan Islam moderat dan Indonesia seperti negara-negara di Timur Tengah.

“Target utama mereka bukan Ahok, terlalu kecil, Ahok hanya entry point, target mereka hancurnya Islam moderat di Indonesia, Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluhlantahkan negara-negara Timur Tengah,” kata nahkoda Nahdatul Ulama ini.

Karena itu, pria jebolan Ummul Qura Mekkah ini mengingatkan warga nahdliyin dan umat Islam tidak boleh lengah sedikitpun dengan susupan kaum radikal, titipan-titipan isu yang membahayakan NKRI, stabilitas nasional dan toleransi antar umat beragama.[]

 

Demo Ahok Kembali Digelar, NU: Kelompok Islam Radikal Temukan Momentumnya

 

YS / islam indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *