Satu Islam Untuk Semua

Monday, 31 October 2016

Saudi Tuduh Yaman Berniat Hantam Mekah, MUI: Jangan Mau Diadu Domba


kota-makkah-nyaris-dihantam-rudal-balistik_28-10-16-08-59

islamindonesia.id — Saudi Tuduh Yaman Berniat Hantam Mekah, MUI: Jangan Mau Diadu Domba

Serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi atas Yaman sejak Maret 2015 silam telah memicu kerusakan masif pada infrastruktur negeri Arab termiskin itu, menyebabkan sekitar 20 juta warga mengalami krisis air bersih.

Seolah ingin menutupi aksi brutal yang berlangsung lebih dari setahun itu, media pro Arab Saudi belakangan menghembuskan tudingan yang mengeringkan: pasukan Houthi dibantu Iran berniat menembakkan rudal ke arah Mekah. Menurut media pro Arab Saudi, serangan rudal kelompok Houthi yang berhasil digagalkan itu dilakukan dengan bantuan Iran. Tudingan yang diharapkan membangkitkan sentimen anti Iran di kalangan Muslim secara umum dan Arab secara khusus itu dibantah keras oleh pihak Yaman maupun Iran.

(Baca juga, GEOPOLITIK – Kapak Saudi, Sapu Tangan Turki, Benteng Yaman)

Di Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, umat Islam harus berhati-hati menyikapi hal ini. MUI berpesan agar umat Islam jangan mau diadu domba. Ketua MUI Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional KH. Muhyidin Junaidi mengatakan, berdasarkan info dan berita yang dia kumpulkan, rudal balistik scud yang diluncurkan Houthi adalah rudal buatan Rusia bukan buatan Iran dan diarahkan ke Bandara King Abdul Azis di Jeddah. Ini balasan atas serangan yang dipimpin Saudi terhadap kerumunan pemakanan pimpinan Houthi di Sanaa awal bulan ini.

KH. Muhyiddin mengatakan serangan ke Bandara King Abdul Aziz di Jeddah itu merupakan reaksi atau balas dendam dari pihak Houthi. “Di Islam dalam perang, tempat ibadah tidak boleh diserang, tapi saat ini hal itu tidak diindahkan. Bahkan bom bunuh diri pun dalam masjid,” kata Muhyiddin, Ahad (30/10) sebagaimana dilansir Republika.co.id.

(Baca, WAWANCARA–Dr. Muhammad Alkaff: Yaman dan Indonesia Punya Penghayatan Kebangsaan yang Sama)

Karena ini peperangan, ia menilai, perlu dipastikan apakah tudingan Saudi itu benar bahwa rudal balistik scud Houthi ditujukan ke Makkah. “Kalau Muslim, tidak mungkin akan mengarahkan seragan ke Makkah. Kalau tetap dilakukan, mereka akan dapat kutukan dari seluruh Muslim di dunia,” kata dia.

Menyikapi hal itu, Muhyiddin mengatakan, umat Islam perlu hati-hati. Yang jelas, MUI berharap, peperangan di Yaman segera berakhir dan konflik antar umat segera berhenti karena perang tidak menghasilkan apa-apa.

“Umat Islam di Indonesia tampaknya tidak jadi fokus pada serangan itu dan lebih fokus ke kasus Ahok. Tapi nampaknya serangan itu tidak mungkin diarahkan ke Kabah, meski beritanya menyebutkan rudal jatuh 65 kilometer dari Makkah,” tutur Muhyiddin.

Lebih lanjut, Muhyiddin menegaskan bahwa Indonesia sebagai inisiator gerakan nonblok tentu ingin Saudi dan Iran menghentikan perang statemen akhir-akhir ini. Semua tahu Saudi adalah perpanjangan tangan AS, dan Iran didukung Rusia. Di peperangan Suriah yang sibuk adalah Rusia dan AS dan makin terasa bahwa mereka yang memainkan ini semua. “Kompleks kalau membicarakan ini. Tapi umat Islam jangan mau diadu domba,” tegas Muhyiddin.

AJ / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *