Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 27 December 2016

Polri Telusuri Keterlibatan Bachtiar Nasir Terkait Logistik IHR di Markas Teroris Jaysh Al-Islam


polri-telusuri-keterlibatan-bachtiar-nasir-terkait-logistik-ihr-di-markas-teroris-jaysh-al-islam

islamindonesia.id – Polri Telusuri Keterlibatan Bachtiar Nasir Terkait Logistik IHR di Markas Teroris Jaysh Al-Islam

 

Dalam waktu 2×24 jam terakhir, banyak netizen dibuat penasaran terkait benar tidaknya GNPF-MUI (dalam hal ini lebih tepatnya IHR, yang juga dipimpin Bachtiar Nasir) telah menggunakan sumbangannya untuk membantu teroris di Suriah. Penyebabnya, tak lain adalah cuplikan video yang menunjukkan warga sipil Aleppo telah menemukan gudang logistik berisi makanan dan minuman yang ditinggalkan oleh kelompok teroris Jaysh Al-Islam. Sedangkan salah satu kardus logistik tersebut sangat jelas bertuliskan “Indonesian Humanitarian Relief.”

Tak terhindar, lalu banyak orang berkesimpulan bahwa sebenarnya IHR menggalang dana di Indonesia untuk mendukung teroris, bukan untuk membantu warga Aleppo. Isunya pun jadi lebih seksi karena pimpinan IHR adalah Ustad Bachtiar Nasir, salah satu pimpinan GNPF-MUI.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir sejak meletusnya perang di Suriah, banyak pihak di negeri kita menggalang dana dan melakukan aksi solidaritas bertagar #SaveAleppo. Mereka menganggap warga Aleppo diserang oleh Bashar Assad, Presiden Suriah, yang selama ini dicitrakan serba negatif. Padahal kenyataannya, Assad sedang memerangi pemberontak atau teroris yang sedang bersembunyi dan berupaya menguasai Aleppo. Jadi kalau ada warga negara Indonesia yang getol berteriak #SaveAleppo, mungkin perlu diklarifikasi, apakah mereka sejatinya merupakan pendukung teroris?

Hal ini tentu bukan sembarang tuduhan, melainkan sekadar indikasi yang mengarah kesana, berhubung alur kampanye yang selama ini dibangun dapat dikatakan memiliki tone yang sama. Bahwa kelompok yang kerap menyuarakan #SaveAleppo pasti dibarengi hujatan keras terhadap Bashar Assad, yang notabene adalah Presiden resmi Suriah saat ini. Jadi sangat masuk akal jika secara sederhana banyak orang mengasumsikan bahwa bantuan yang, dikatakan tengah digalang untuk tujuan menyelamatkan Aleppo justru disalurkan kepada teroris dan pemberontak, bukan untuk warga sipil Aleppo.

[Baca: Kemana Bantuan Masyarakat Indonesia di Suriah?]

Sebagai analogi, apa yang terjadi terhadap gerakan penggalangan dana SaveAleppo itu serupa kasus Aceh yang pada awalnya dikuasai GAM, kemudian pemerintah Indonesia coba memeranginya. Tapi banyak pihak dan media asing malah mendukung GAM dan menjelek-jelekkan pemerintah Indonesia. Mungkin seperti itulah yang sedang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita kepada Suriah, Assad dan Aleppo. Dan sebuah kebetulan yang sempurna jika kemudian yang memimpin penggalangan dana dari gerakan-gerakan serupa #SaveAleppo dan lain-lain, adalah Bachtiar Nasir, pimpinan IHR sekaligus GNPF-MUI tersebut.

Meski demikian, tentu patut dipertimbangkan kemungkinan lain terkait penemuan bantuan logistik berlogo IHR di markas teroris Jaysh Al-Islam itu.

Anggaplah telah banyak faktor yang mengarahkan opini bahwa Bachtiar Nasir menggalang dana untuk mendukung teroris dan pemberontak Suriah. Tapi tak dapat dipungkiri juga kemungkinan yang selama ini bisa saja bahkan sudah biasa terjadi, bahwa banyak bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah konflik sering diambil atau disita oleh teroris sehingga tidak sampai kepada warga yang berhak. Kita sudah sering mendengar kalau bantuan kemanusiaan yang kita sumbangkan untuk warga yang membutuhkan, malah diambil oleh teroris, seolah-olah kita memberi bantuan untuk teroris. Sementara warga sipil tak mendapat bantuan, tetap menderita kelaparan dan sebagainya, sedangkan teroris malah sebaliknya, mendapat logistik melimpah untuk terus melancarkan aksi-aksinya yang brutal dan anti kemanusiaan.

Maka dalam melihat video penemuan gudang logistik milik pemberontak yang salah satunya ternyata berasal dari “Indonesian Humanitarian Relief,” sebuah lembaga yang dipimpin oleh Ustad Bachtiar Nasir, kita bisa juga berasumsi bahwa ada kemungkinan sebenarnya itu merupakan logistik yang berhasil dibajak oleh teroris Jaysh Al-Islam. Akibatnya, sumbangan masyarakat Indonesia tidak sampai kepada warga Aleppo, tetapi justru dinikmati oleh para teroris.

[Baca: Prof. Al-Bouthi: Penggalangan ‘Dana Suriah’ Hanya Sampai ke Kantong Pencari Sumbangan]

Dengan terungkapnya secuil fakta ini, sudah sewajarnya bila kalangan intelijen dan aparat penegak hukum di negeri kita segera bergerak melakukan penyelidikan, utamanya terkait kemungkinan keterlibatan Ustad Bachtiar Nasir, IHR dan GNPF-MUI dengan kelompok teroris di luar negeri, khususnya Suriah.

Hal ini mendesak dilakukan setidaknya untuk lebih memastikan kemanakah sebenarnya arah bantuan hasil penggalangan dana #SaveAleppo itu diperuntukkan, agar masyarakat Indonesia yang sejak awal berkeinginan untuk membantu warga Suriah, tidak malah secara tak langsung membantu kelompok-kelompok teroris yang merongrong negara dan menyengsarakan warga Suriah.

Terkait hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/12/2016), mengatakan bahwa bantuan dana ke Suriah merupakan hak setiap donatur. Polisi tidak memiliki kewajiban untuk melarang dan mencegah penyaluran bantuan tersebut. Namun, polisi akan menyelidikinya untuk memastikan bantuan memang benar-benar diberikan kepada pihak yang berhak.

Sementara tentang isu bantuan dana dari Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bachtiar Nasir, yang diduga disalurkan kepada kelompok teror di Aleppo, Suriah seperti ramai diperbincangkan di media sosial, Rikwanto menyatakan bahwa hal itu sedang dalam tahap penyelidikan. Meski begitu, kepolisian belum berencana untuk memanggil Bachtiar Nasir selaku Ketua GNPF MUI yang sekaligus pimpinan IHR tersebut.

“Masih dalam penyelidikan. Ya, iya (dari Bachtiar). Itu kan ada di medsos ya, dalam penyelidikan,” ujar Rikwanto. “Ya yang mengirim dan punya uang kan terserah. Yang mau mengirim ke mana pun hak dia juga. Cuma ngirimnya benar, apa enggak. Kami belum tahu betul, itu berita di medsos, kami juga sedang selidiki,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rikwanto mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyalurkan donasi. Apalagi jika donasi tersebut ditujukan ke daerah rawan konflik terkait terorisme.

“Hati-hati saja jangan sampai maksud baik, tapi disalahgunakan pihak lain yang tak bertanggungjawab. Memberikan bantuan itu bagus karena beramal. Namun harus dipastikan dulu, apakah itu sudah dipastikan benar. Hati-hati aja, diselidiki dan didalami dana kita untuk membantu orang,” ujarnya.

[Baca: ANALISIS – Apa yang Terjadi di Aleppo: Pembebasan atau Pembantaian?]

Sekadar informasi, kasus dugaan aliran dana dari Ketua GNPF MUI ke salah satu kelompok teror di Aleppo, Suriah, disampaikan pertama kali oleh akun Facebook bernama Moch Zain.

logistik-ihr-di-markas-teroris-jaysh-al-islam

Dalam tulisannya, Moch Zain menduga bantuan yang digalang Bachtiar Nasir ditujukan untuk mendukung kelompok teror Jaysh Al-Islam yang disebutnya sebagai kelompok pemberontak terhadap pemerintahan Bassar Al-Assad. Dugaan itu ia ketahui setelah menyaksikan sebuah video di Youtube yang merekam penemuan logistik berupa makanan dan minuman dengan kemasan bertulis Indonesian Humanitarian Relief (IHR).

“Setelah dicek, dus kotak logistik tersebut berasal dari Indonesian Humanitarian Relief (IHR). Yang mana, IHR dipimpin oleh Bactiar Nasir,” tulis Zain dalam akun FB-nya.

Dus logistik itu, menurut Zain, tidak diperuntukkan bagi warga sipil Aleppo yang kelaparan, melainkan untuk mendukung kelompok teror Jaysh Al-Islam yang memberontak terhadap pemerintahan sah Suriah pimpinan Bashar Al-Assad.

[Baca: Singgung Soal Aleppo, Gus Mus: Bacalah Surat Terbuka Ini dengan Pikiran Jernih]

***

Untuk mengetahui jawaban dan fakta yang sebenarnya, ada baiknya kita tunggu hasil penelusuran dan penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.

 

EH / Islam Indonesia

0 responses to “Polri Telusuri Keterlibatan Bachtiar Nasir Terkait Logistik IHR di Markas Teroris Jaysh Al-Islam”

  1. cecep al sundani says:

    Baru tau aku…ternyata bachtiar nasir kaya gini orangnya…. sungguh gak nyangka!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *