Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 08 January 2017

Pidato Maulid Nabi di Pekalongan, Mufti Suriah: Teladan dari Rasul Mengasihi Bukan Mengebom


15895348_10154075974935766_5923997610767790992_n

islamindonesia.id – Pidato Maulid Nabi di Pekalongan, Mufti Suriah: Teladan dari Rasul Mengasihi Bukan Mengebom

 

Di depan ribuan orang yang hadir di Maulid Nabi, Pekalongan, Mufti Suriah Syeikh Adnan al-Afyouni menyampaikan, di antara bukti mencintai Nabi Saw adalah memperbanyak membaca shalawat siang dan malam hari. Dan meneladani Rasulullah Saw, kata Syeikh Adnan, salah satunya dengan mencontoh kasih sayang Rasulullah Saw.

“Seperti saat beliau di Thaif. Di sana tidak mendapatkan sambutan yang baik, beliau dilempari sampai wajahnya bersimbah darah”, kisahnya seperti dilaporkan facebook resmi Habib Lutfi bin Yahya di Gedung Kanzu Shalawat Pekalongan (8/1).

[Baca juga –Makna di Balik Maulid, Habib Lutfi: Jika Nabi Manusia Biasa, Lalu Kita Ini Apa?]

Melihat Rasul yang didzalimi, malaikat meminta izin untuk menghancurkan Thaif. Tetapi Rasulullah Saw tidak memberi izin dan beliau memohon agar keturunan Thaif kelak mendapatkan hidayah.

“Termasuk kelapangan hati saat beliau memaafkan penduduk Makkah yang mengintimidasi beliau dan membunuh sahabat dan keluarga beliau pada futuh Makkah padahal beliau mampu menghukum mereka,” katanya.

Ulama asal Suriah ini pun melanjutkan, barangsiapa yang ingin bersama Rasulullah Saw kelak pada hari kiamat maka hendaknya mengikuti keteladanan beliau Saw. “Keteladanan beliau adalah kasih sayang, toleransi dan cinta, sedangkan membunuh dan membom bukan petunjuk beliau.”

Petunjuk beliau adalah cahaya dan cinta. Siapa yang ingin di hari kiamat dengan dengan beliau maka ikuti keteladanan beliau. Karena dalam salah satu sabdanya,  “Yang paling dekat denganku kelak adalah mereka yang paling baik akhlaknya”.

“Kita bersama Habib Luthfi yang mengumpulkan kita saat ini, semoga kumpul di telaga Kautsar Rasulullah Saw,” katanya mendoakan hadirin yang memadati lokasi maulid.

15894611_10154076143315766_7284261163345669884_n

“Kita sedang merayakan kelahiran orang yang kelahirannya dirayakan penduduk langit dan bumi,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pengumuman resmi yang disebar oleh panitia, ulama luar negeri yang dijadwalkan hadir ialah: Syeikh Adnan Al-Afyuni (Suriah), Syeikh Riyad Bazo (Lebanon), Syeikh Aun Al-Quddumi (Jordan), Habib Zaid bin Yahya (Yaman). Sebagian dari mereka, pada hari Jum’at (6/1) menjelang siang telah mendarat di Indonesia.

Ditemani Habib Lutfi bin Yahya, Presiden Joko Widodo yang turut menghadiri Maulid Nabi di Pekalongan mengajak hadirin untuk mensyiarkan perilaku akhlakul karimah. 

“Marilah kita ajak rekan-rekan kita yang ada di luar, yang sering menyampaikan hal yang berkaitan fitnah, berita-berita yang bohong, ujaran kebencian, hasutan-hasutan, untuk mengembangkan bersama-sama nilai-nilai kesantunan, nilai nilai kesopanan, nilai nilai budi pekerti yang baik,” katanya seperti dilaporkan kantor berita Antara, (8/1).

Selain presiden, sejumlah pejabat negara turut hadir di Maulid Nabi ini di antaranya; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Kesehatan Kesehatan Nila Moeloek, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Irjen Condro Kirino.[]

[Baca juga:  Selain Presiden, Maulid Nabi di Pekalongan Dihadiri Warga dari Berbagai Agama]

YS/ islam indonesia. Foto: facebook.com/habibluthfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *