Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 14 June 2015

OBITUARI – Ivan Hadar: Kebahagiaan adalah Berbuat untuk Sesama


Ivan A. Hadar

“Tujuan hidup itu bagian dari pencarian,” kata Ivan Abubakar Hadar satu ketika. “Tapi tujuan yang paling utama adalah kebahagiaan.” Kini, pria kelahiran Ternate 1951 silam yang dikenal sebagai seorang intelektual, telah meraih tujuan hidupnya. Di rumah sakit Berlin, perlawanannya terhadap penyakit jantung berakhir pada 13 Juni 2015 jelang tengah malam.

Beragam bidang pendidikan ditekuni oleh Ivan di Technische Universitaet Berlin, mulai dari arsitektur, rencana perkotaan, hingga doktoral di bidang antropologi dan pedagogi. Selain menjadi dosen di almamaternya, Ivan juga menjadi konsultan lembaga PBB untuk program pembangunan (UNDP), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan direktur International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).

Mengenyam arsitektur dan rencana perkotaan menuntutnya untuk menguasai sosiologi yang berkaitan dengan manusia. Tak heran, keahliannya berkisar seputar pengembangan manusia, tujuan pembangunan milenium (MDGs), strategi pengentasan kemiskinan, dan persoalan lain termasuk perdamaian dan resolusi konfilik.

Menurutnya, kebudayaan di Indonesia tidak terlalu memberi ruang bagi perbedaan pendapat. Lingkungan membentuk bahwa berbeda pendapat seakan-seakan bermusuhan. Namun di Eropa, katanya, orang-orang bisa saja berbeda dari segi pandangan, opini, atau ideologi, tetapi secara manusiawi tetapi bersahabat.

Melihat fenomena tersebut, sejak tahun 1999, Ivan dan rekan-rekannya membentuk Indonesian Institute for Democracy Education (Indonesian IDe). Tujuannya untuk menyebarluaskan pemahaman bahwa konflik merupakan bagian yang koheren dalam hidup manusia, namun bisa dikelola secara produktif.

Sempat menjadi wartawan Jakarta Post, Ivan juga aktif menulis ratusan artikel dan beberapa buku, termasuk dalam Bahasa Jerman, antara lain, Bildung in Indonesien: Das Beispiel Pesantren (1999) dan Utang, Kemiskinan dan Globalisasi: Pencarian Solusi Alternatif (2005). Mencintai seni musik, Ivan pernah menikah dengan seorang solis pianis klasik. Salah seorang putranya, Iskandar Widjaja, dikenal sebagai violinis asal Jerman yang telah meraih berbagai penghargaan internasional.

Lalu, jika tujuan hidup adalah kebahagiaan, bagaimana sesungguhnya Ivan mendefinisikan kebahagiaan? “Berbuat sesuatu bersama untuk sesama,” katanya.

(Ali Reza/IslamIndonesia)

Tulisan Ivan A. Hadar di IslamIndonesia:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *