Satu Islam Untuk Semua

Friday, 28 October 2016

Klarifikasi MUI: Tidak ada Anjuran Demo 4 November


Aksi Massa Bela Islam I

islamindonesia.id — Klarifikasi MUI: Tidak ada Anjuran Demo 4 November

Buntut pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip Al-Maidah 51 ternyata masih berlanjut. Meski sudah meminta maaf, tapi berbagai reaksi terus bermunculan terhadap pernyataan tersebut. Di antaranya dari lembaga keulamaan terkemuka di Indonesia, yaitu Majlis Ulama Indonesia (MUI). Berdasarkan apa yang kemudian disebut sebagai “fatwa MUI” itulah sebagian umat Islam Indonesia menuntut hukuman atas Ahok.

Melalui Facebook-nya, Rois Syuriah PBNU Ahmad Ishomuddin menyampaikan klarifikasi atas pernyataan sikap keagamaan MUI terkait pernyataan Ahok yang kemudian dianggap menistakan agama itu. Ishomuddin menyebutkan bahwa pada pukul 13.30 WIB (27/10) dia bersama jajaran Syuriah PBNU mengikuti rapat Syuriah PBNU di lantai IV, gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Rapat dipimpin langsung oleh Rais Aam yang juga Ketua Umum MUI Pusat Ma’ruf Amin.

Dalam pengantar rapat tersebut, ungkap Ishomuddin, ketua MUI lebih dahulu mengklarifikasi tentang pernyataan sikap keagamaan MUI karena di dunia maya banyak disalahpahami sebagai fatwa MUI.

“Berikut ini pernyataan sebagai klarifikasi yang saya dengar langsung dan langsung saya catat dari Dr. KH. Ma’ruf Amin,” tulis Ishomuddin di akun pribadinya.

Pertama, pernyataan sikap keagamaan MUI adalah respon terhadap pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu agar diproses melalui jalur hukum. “Yang disikapi MUI bukanlah persoalan tafsir al-Qur’an surat al-Maidah ayat 51,” tulis Ishomuddin.

Kedua, MUI diisukan telah memasuki wilayah politik. Ishomuddin menyampaikan sebenarnya isu itu tidak benar, yang benar adalah Ahok telah memasuki wilayah agama yang bukan menjadi kewenangannya.

Ketiga, MUI dituduh telah melakukan kegaduhan. Isu ini juga dianggap tidak benar. Dalam kasus ini MUI hanya mendorong agar masalah hukum diselesaikan pihak yang berwenang atau kepolisian, agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

Keempat, MUI tidak mendukung dan tidak menganjurkan umat Islam untuk terjun mengikuti demonstrasi pada tanggal 4 November 2016 yang akan datang. Lambang MUI tidak boleh disalahgunakan untuk mendukung agar umat Islam turut dalam rencana demonstrasi tersebut.

Kelima, demikian pula bila ada anggota MUI ikut demonstrasi itu atas nama pribadi tidak mewakili MUI. MUI Pusat sangat menganjurkan agar umat Islam tidak turun mengikuti demonstrasi besok.

“Apabila ada sebagian umat Islam yang mengikuti demonstrasi itu, mereka wajib menjaga keamanan dan tidak bersikap anarkis demi menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI,” tulis Ishomuddin di Facebook.

AJ / Islam Indonesia

One response to “Klarifikasi MUI: Tidak ada Anjuran Demo 4 November”

  1. bahlul says:

    Ente yg bahlul, dia org nu kok bicara atasnama mui sedangkan ketua umum mui yg mimpin tgl 4 nov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *