Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 02 February 2017

Australia Kerjasama PPATK Indonesia Untuk Memotong Garis Keuangan Teroris


077282300_1470722801-20160809-Menteri-Kehakiman-Australia-Bertemu-Menkumham-Yasonna-Fanani-4

islamindonesia.id – Australia Kerjasama PPATK Indonesia Untuk Memotong Garis Keuangan Teroris

 

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menandatangani kesepakatan tentang pemantauan aliran dana terorisme dengan Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC) atau Badan Intelijen Keuangan Australia. Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan mengatakan, pemerintah Australia dan Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama dalam bidang penindakan dan pencegahan terorisme.

“Untuk memotong garis-hidup keuangan teroris,” katanya dalam rilis resmi, (1/02).

[Baca: Polri Dalami Lebih Lanjut Konten Video Logistik IHR di Markas Teroris]

Menurut Keenan, pencucian uang dan pendanaan terorisme merupakan isu global yang menjadi tantangan negara-negara di seluruh dunia. Karena, aksi terorisme membutuhkan anggaran dalam pelaksanaannya.

“Apakah itu aktor tunggal, serangan terkoordinasi, atau seorang pejuang asing, tidak akan memungkinkan tanpa uang,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Keenan, penting meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain termasuk Indonesia. “Penting bagi kita untuk bekerja dengan mitra regional kami untuk menegakkan langkah-langkah pencegahan yang kuat dan memprioritaskan peningkatkan kolaborasi intelijen keuangan,” ujarnya.

Program Kemitraan PPATK-AUSTRAC telah berlangsung selama tujuh tahun. Tahun 2017, Departemen Luar Negeri Australia memberikan sekitar 500.000 dolar sebagai pendanaan untuk beberapa proyek.

Pertama, menugaskan spesialis informatika untuk memperkuat sistem pelaporan dan analisis PPATK. Kedua, melakukan lokakarya intensif tentang kejahatan khusus untuk meningkatkan kemampuan investigasi dan analisis PPATK.

Ketiga, melakukan program pertukaran pegawai agar PPATK dapat belajar langsung dari AUSTRAC.

Keenan juga mengatakan bahwa interaksi dan pembiayaan operasi terorisme, terdeteksi semakin banyak dilakukan secara daring. “Dalam memerangi pendanaan terorisme, berkembangnya teknologi berarti kita akan melihat perubahan lebih banyak dalam dekade berikutnya daripada yang telah kita saksikan dalam 40 tahun terakhir,” katanya.

Menurut Keenan, Austrilia dan Indonesia dapat bekerjasama dengan baik untuk memastikan kawasan Indonesia-Australia tidak menjadi surga bagi para penjahat siber. “Inisiatif ini akan meningkatkan kerja sama siber antar kedua negara untuk membantu melacak hasil kejahatan yang telah diproses dan pendanaan terorisme secara daring.”

Indonesia tetap menjadi salah satu mitra strategis yang paling penting untuk Australia, terutama dalam hal keamanan nasional. Pemerintah Australia tetap berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan kedua negara yang erat dan efektif.[]

Baca juga: Polri Telusuri Keterlibatan Bachtiar Nasir Terkait Logistik IHR di Markas Teroris Jaysh Al-Islam

YS/ islamindonesia/ sumber: gatra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *