Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 20 May 2017

OPINI – Benarkah Jokowi Datang ke Saudi untuk Bubarkan Aliansi Arab NATO?


OPINI - Benarkah Jokowi Datang ke Saudi untuk Bubarkan Aliansi Arab Nato

islamindonesia.id – Benarkah Jokowi Datang ke Saudi untuk Bubarkan Aliansi Arab NATO?

 

Kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Riyadh dalam rangka menghadiri acara Arab Islamic American Summit 2017 menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi. Untuk sementara beberapa pihak hanya bisa menduga-duga, apa gerangan rencana besar dan maksud sebenarnya di balik kunjungan itu? Benarkah sekadar ingin menunjukkan, seperti kata Jokowi—bahwa Indonesia ingin ikut berkontribusi memelihara perdamaian dunia, sesuai konstitusi kita? Bahwa di forum itu Presiden akan menyampaikan pentingnya penggunaan soft power melawan radikalisme dan terorisme, juga pentingnya kerjasama internasional untuk menangani akar masalah yang muncul?

[Baca: Hadiri Arab Islamic American Summit, Ini yang Akan Disampaikan Jokowi]

Artinya, lebih jauh, benarkah kedatangan Jokowi ke acara itu justru untuk, dengan cara halus—membubarkan aliansi yang sedang dibangun Amerika dan Arab Saudi untuk memerangi dan melawan pihak manapun yang dalam kacamata keduanya dicap sebagai ‘militan’ atau ‘teroris’?

Mungkinkah Indonesia berkepentingan hadir karena memandang bahwa acara yang digagas Amerika dan Arab ini juga terkait dengan apa yang sebelumnya disebut sebagai ‘rencana besar Riyadh untuk membentuk NATO Arab dengan tambahan dukungan negeri Paman Sam’ itu? Sehingga berdasarkan itu, kekuatan militer Arab Saudi dibandingkan dengan seterunya, Iran, jika tidak mengungguli, minimal akan sejajar? Sementara Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, dalam hal ini sudah sepantasnya turut mengambil peran signifikan menjaga bandul keseimbangan di antara kutub-kutub kekuatan dunia?

Di sisi lain, dengan menilik anggota rombongan yang di antaranya adalah Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal M Iriawan, mustahilkah kunjungan Jokowi ke Riyadh kali ini sebenarnya terkait keberadaan Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi yang kabarnya takkan pulang ke Tanah Air sebelum Indonesia berganti presiden?

Seperti ramai diberitakan dalam beberapa minggu terakhir, Pimpinan FPI itu bertekad mengadukan kasus yang dianggapnya sebagai ‘kriminalisasi’ negara atas dirinya ke Mahkamah Internasional. Terkait hal itu, mungkinkah Jokowi sengaja datang untuk memastikan, benarkah semua ‘ancaman’ itu nyata atau sekadar klaim dan ‘gertak sambal’ belaka?

Ala kulli hal, tak ada yang tahu pasti, manakah di antara berbagai kemungkinan dan spekulasi itu yang mendekati kebenaran. Mungkin sebaiknya kita wait and see saja hingga Presiden kembali ke Tanah Air dalam satu-dua hari mendatang.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *