Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 15 November 2018

Kisah Pernikahan Ali dan Fatimah (Bagian 5)


Pernikahan Ali dan Fatimah 5

islamindonesia.id – Kisah Pernikahan Ali dan Fatimah (Bagian 5)

 

Mengunjungi Az-Zahra

Rasulullah SAW mengunjungi Fatimah pada pagi hari setelah malam perkawinannya dengan membawa gelas berisi susu. “Minumlah ini,” katanya kepada Fatimah. Beliau juga mengatakan hal yang sama kepada Ali. Selanjutnya, beliau bertanya kepada Ali, “Bagaimana kesanmu tentang istrimu?”

“Dia pembantu terbaik untuk taat kepada Allah,” jawab Ali.

Beliau juga bertanya hal yang sama kepada Fatimah. Fatimah menjawab dengan kalimat yang diliputi rasa malu dan kecintaan, “Dia adalah pasangan hidup paling baik bagiku.”

Rasulullah menatap langit. Doa hangat darinya menembus langit. “Ya Allah, satukanlah kedua hati mereka dan berilah mereka keturunan yang suci.”

Sebelum beranjak pergi, Rasulullah berpesan kepada putrinya, “Wahai putriku tercinta, Ali adalah sebaik-baiknya suami, maka penuhilah apa yang dia inginkan.”

Selama tiga hari, Rasulullah SAW tidak datang ke tempat mereka. Pada hari keempat, beliau datang mengunjungi mereka. Saat hanya berdua dengan putrinya, beliau bertanya, “Bagaimana kabarmu anakku? Bagaimana kesanmu tentang suamimu?”

“Ayah, dia adalah suami terbaik. Hanya saja, beberapa wanita Quraisy datang ke tempatku dan berkata, ‘Rasulullah menikahkanmu dengan orang yang miskin yang tak mempunyai harta’,” demikian jawab Fatimah.

Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Anakku, ayahmu dan suamimu tidak miskin. Aku telah ditawari harta dunia. Tapi aku memilih apa yang ada pada Tuhanku. Anakku, sesungguhnya Allah telah melihat ke bumi, lalu Dia memilih dua orang dari penduduknya. Yang satu Dia jadikan sebagai ayahmu, dan yang lainnya sebagai suamimu. Anakku, sebaik-baik suami adalah suamimu. Janganlah engkau durhaka kepadanya dalam satu urusan pun.”

Kemudian Rasulullah memanggil Ali, “Wahai Ali!”

Labbaik, ya Rasulullah,” jawab Ali.

Beliau memegang tangan Ali dan dengan lembut berkata,”Masuklah ke rumahmu. Berlemah lembutlah kepada Fatimah dan sayangilah dia, karena dia adalah bagian dari diriku. Segala sesuatu yang menyakitinya juga menyakitiku, dan semua yang menggembirakannya juga menggembirakanku. Aku titipkan kalian berdua kepada Allah.”

Satu tekad telah lahir di dalam hati Ali hingga mengakar ke dalam relung jiwanya. Sesuatu seperti perjanjian; selama hidup tidak akan pernah menyakiti Fatimah dan tidak akan pernah memaksa suatu perkara apa pun yang tidak berkenan baginya.

Di dalam jiwa Fatimah juga telah mekar sebuah kasih sayang seperti mata air yang mengalir tumpah ruah. Dan sesungguhnya, setiap manusia yang isyq terhadap kekasihnya, dia akan melupakan segala sesuatu, kecuali ketaatan kepada sang kekasih.

Demikianlah Ali dan Fatimah menjalani hidupnya. Hingga berakhirnya zaman.

–O–

AI-Majlisi meriwayatkan bahwa Ali menikah dengan Fatimah pada bulan Ramadan dan mulai membina rumah tangga bersamanya pada awal bulan Zulhijah, atau tepatnya pada tanggal 6 dari bulan tersebut.

Ketika Ali menikah dengan Fatimah, Rasulullah SAW berkata kepada Ali, “Carilah sebuah rumah.” Ali mencari sebuah rumah. Namun, dia terlambat datang. Nabi SAW pun menemui Fatimah dan berkata, “Aku ingin memindahkanmu ke tempatku.” Fatimah berkata kepada beliau, “Bicaralah kepada Haritsah bin An-Nu’man agar dia mau pindah demi aku.” Rasulullah menjawab, “Haritsah telah pindah demi kita, sehingga aku malu kepadanya.”

Berita itu sampai kepada Haritsah. Dia lalu datang ke tempat Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya telah sampai kabar kepadaku bahwa engkau ingin memindahkan Fatimah ke tempatmu. lni adalah rumah Bani Najjar yang paling terdahulu denganmu. Aku dan hartaku adalah milik Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, wahai Rasulullah, harta yang engkau ambil dari aku lebih aku cintai daripada yang engkau tinggalkan (yang tidak engkau ambil).”

Rasulullah berkata, “Engkau benar. Mudah-mudahan Allah memberkahimu.” Maka, Rasulullah pun memindahkan Fatimah ke rumah Haritsah.

Selesai.

Sebelumnya: Bagian 4

 

PH/IslamIndonesia/Sumber Buku: Ibrahim Amini, Fatimah: Wanita Teladan Sepanjang Masa dan Kamal al-Sayyid, Kisah Kehidupan Fatimah Az-Zahra: Surga Merah/Sumber Photo: dreamofthebluelotus.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *