Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 26 February 2017

KAJIAN – Peran Jiwa dalam Menyikapi Kesulitan (Bagian 2)


maxresdefault

islamindonesia.id – KAJIAN – Peran Jiwa dalam Menyikapi Kesulitan (Bagian – 2)

 

Kekuatan takwa  terutama sekali berperan memelihara jiwa dari berbagai dosa yang meredupkan cahaya akal dan tipu daya yang meresahkan hati.

-Baca sebelumnya: KAJIAN – Peran Jiwa dalam Menyikapi Kesulitan  (Bagian 1)

Itulah tafsiran dari QS. Ali Imran ayat 120 yang menegaskan fungsi kesabaran dan takwa dalam menetralisasi dan melenyapkan bahaya tipu daya para penipu.

Allah berfirman, Jika kalian memperoleh kebaikan, niscaya mereka akan bersedih hati, tapi jika kalian mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya sedikitpun tidak akan mendatangkan kemudaratan kepada kalian. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Dalam ayat lain, Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila ditimpa was-was dari sekelompok setan, mereka ingat kepada Allah maka merekapun menjadi bisa melihat tajam (mubshirun). (QS. al-A’raf: 201)

Ayat terakhir ini menjelaskan bahwa was-was yang dibuat oleh setan menyebabkan rusaknya penglihatan dan menimbulkan kerabunan. Dan dalam kerabunan itu jiwa tidak akan dapat membedakan antara jurang dan jalan yang lurus. Sebaliknya, penjagaan takwa dapat menjauhkan manusia dari kegelapan, mempertajam penglihatan batin, membentangkan jalan keluar baginya dan memudahkannya menghadapi segala kesulitan.

Manakala cahaya takwa menyala dalam jiwa, maka manusia tidak akan gampang terjatuh dalam jeratan kesulitan. Dan kalaupun karena satu dan lain sebab dia terjatuh dalam lembah kesulitan dan musibah, maka jalan keluar keselamatan akan bisa dengan mudah ditemukan.

Jiwa ibarat mata manusia dalam melihat realitas, dan takwa adalah selaput yang menjaganya dari segala debu dan polusi. Tanpa selaput itu, kotoran dan debu akan mengenai mata dan mata akan menampilkan gambar-gambar yang buram dan kabur. Dari gambar-gambar itu kemudian kita melihat dunia yang, tak pelak lagi, penuh dengan kekacauan dan kesulitan. Dunia yang penuh dengan kesuraman dan kesumpekan. Tetapi, mata orang yang memiliki takwa tidak akan terkena kotoran sehingga daya penglihatannya akan senantiasa tajam dan terang.

Mata yang tajam itupun akan dapat menyaksikan betapa hidup ini sebenarnya adalah panorama indah yang teratur dan tertata, terjaga dan terpelihara.

Sehubungan dengan itu, dalam Nahj al-Balaghah Imam Ali berkata: Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah obat bagi hati anda, penglihatan bagi kebutuhan jiwa Anda, penyembuhan bagi penyakit tubuh Anda, pelurus keburukan dada Anda, penyuci kecemaran pikiran Anda, cahaya bagi kegelapan mata Anda, hiburan bagi kekalutan hati Anda dan kecerahan bagi suramnya kebodohan Anda.[]

 

Tamat

 

YS/MK/ Islam Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *