Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 14 September 2016

BERITA—Adopsi Dakwah Kultural Walisongo, Muhammadiyah Gelar Olimpiade Budaya Jawa


muhammadiyah-gelar-olimpiade-budaya-jawa

IslamIndonesia.id—Adopsi Dakwah Kultural Walisongo, Muhammadiyah Gelar Olimpiade Budaya Jawa

 

Jelang usia persyarikatannya yang ke-107 tahun, Muhammadiyah menggelar Olimpiade Budaya Jawa (OBJ). Pendekatan kultural seperti pawai budaya dan tari-tarian serta permainan Jawa pun digelar dalam even tersebut.

Rangkaian pagelaran olimpiade ini dimulai dengan pawai taaruf budaya Jawa pada 10 September 2016 yang mengambil rute dari Balai Kota Yogyakarta hingga Alun-alun Utara. Pawai taaruf di tengah sengatan matahari siang Jogja yang berlangsung sejak pukul 12.30 itu, tidak menyurutkan semangat para peserta arak-arakan sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Jawa.

Pawai taaruf diikuti oleh ratusan siswa sekolah Muhammadiyah se-DIY, menampilkan 80 kontingen dari sekolah-sekolah Muhammadiyah berbagai tingkat. Tiap kontingen menampilkan berbagai kesenian, mulai dari seni pertunjukan, permainan masa lampau, hingga busana modifikasi dari kain batik.

Dalam kegiatan ini, tampak pula sejumlah pelajar yang tampil dalam pawai sepeda hias dengan mengusung pesan-pesan KH Ahmad Dahlan.

Salah satu pesan pendiri Muhammadiyah tersebut adalah, “Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mampu memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.”

“Kegiatan itu sebagai upaya mengapresiasi, melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa yang sarat dengan nilai-nilai luhur,” terang Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Arif Budi Raharjo.

Acara tersebut diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tanggal 10-22 September 2016. Berbagai kegiatan dan lomba yang digelar meliputi pawai budaya Jawa, macapat, cerdas cermat budaya Jawa, tari Jawa, dagelan Mataram, geguritan, dolanan gasingan, dolanan egrang, gobag sodor, karawitan, jemparingan dan pagelaran. Untuk saat ini, OBJ akan diikuti seluruh sekolah dan madrasah yang benaung di bawah yayasan Muhamadiyah.

Arif mengatakan hal ini selaras dengan keputusan sidang Tanwir Muhammadiyah di Denpasar tahun 2002 yang menetapkan konsep Dakwah Kultural.

Di sisi lain, seperti kita ketahui, dakwah kultural merupakan salah satu konsep dakwah sebagaimana pernah diterapkan oleh para ulama penyebar Islam pertama di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa, yang selama ini kita kenal sebagai Walisongo.

“Di antara nilai-nilai budaya Jawa banyak yang relevan dengan akhlakul karimah. Kegiatan ini bisa menjadi media kebersamaan bagi pelajar Muhammadiyah yang telah hilang selama 30 tahun lalu. Ini juga sebagai ekspresi kreatif pelajar Muhammadiyah,” kata Arif di Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedungkuning, DIY, Kamis (8/9/2016) lalu.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY bidang Pendidikan, Tasman Hamami, mengatakan Muhammadiyah sebagai salah satu pilar keistimewaan DIY mempunyai konsen untuk melestarikan budaya Jawa. Selain itu, dia juga menyebut OBJ ini wujud partisipasi Muhammadiyah dalam mengisi keistimewaan DIY.

“Pengenalan kebudayaan Jawa kepada para pelajar diawali dengan pengenalan seluruh aspek kebudayaan yang ada sehingga rasa memiliki identitas itu selanjutnya menumbuhkan rasa hormat dan bangga terhadap nilai-nilai luhur budaya Jawa,” urai Tasman.

”Nilai budaya juga harus diajarkan dan dibudayakan bukan hanya nilai agama saja. Muhammadiyah juga sudah mengawalinya dengan memberkan muatan lokal budaya Jawa di sekolah,” lanjutnya.

Sesuai agenda, pada 19-22 September 2016 akan diadakan berbagai lomba budaya di antaranya cerdas cermat budaya Jawa, macapat, geguritan, karawitan, dagelan mataram, tari Jawa, dolanan egrang, gasingan, gobagsodor, dan jemparingan.

“Rangkaian kegiatan Olimpiade Budaya Jawa (OBJ) sebagai bentuk pendidikan karakter, jati diri peserta didik di tengah arus budaya asing itu akan ditutup dengan pagelaran seni budaya di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 23 September 2016,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat melepas pawai taaruf mengatakan, Olimpiade Budaya Jawa yang baru pertama kali diadakan ini diharapkan mampu menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Ia berharap kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan dan bisa dilakukan di semua daerah.

“Pengenalan terhadap kebudayaan Jawa kepada para pelajar diawali dengan pengenalan seluruh aspek kebudayaan yang ada sehingga rasa memiliki identitas itu selanjutnya menumbuhkan rasa hormat dan bangga terhadap nilai-nilai luhur budaya Jawa,” katanya.

Menurutnya olimpiade budaya ini sangat bermanfaat untuk para anak didik karena seiring dengan tujuan pendidikan kewarganegaraan yakni menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, bersikap dan berperilaku cinta Tanah Air bersendikan kebudayaan bangsa.

 

EH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *