Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 15 September 2016

SOROTAN—Tegur Halus NU Garis Lurus, Habib Assegaf: Manuver NUGL itu Rugikan NU, Untungkan Wahabi


3-petinggi-nu-garis-lurus

IslamIndonesia.id—Tegur Halus NU Garis Lurus, Habib Assegaf: Manuver NUGL itu Rugikan NU, Untungkan Wahabi

 

Dalam semacam Surat Terbuka yang ditulisnya dan tersebar di media online, Habib Abu Bakar Hasan Assegaf mengingatkan bahwa manuver sekelompok orang di internal NU yang menamakan diri sebagai NU Garis Lurus (NUGL) hanya akan menguntungakan kelompok di luar NU terutama Wahabi, yang dalam hal ini disebutnya sebagai kalangan “Wahhabiyyah wa khulafaaihim”.

Habib Abu Bakar juga menekankan pentingnya cara penyampaian kritik, dalam hal ini khususnya kritik atas pemikiran DR KH Said Aqil Siradj, dengan bahasa santun dan elegan tanpa membawa-bawa nama NU selaku lembaga. Apalagi sampai melecehkan seseorang secara pribadi dengan umpatan dan caci-maki.

Menariknya lagi, meski secara umum teguran itu bernada serius, namun ada juga bagian yang bila dicermati justru terkesan kocak. Misalnya pernyataan yang menyebutkan bahwa apa yang dilakukan kelompok NUGL, “…bisa menimbulkan faksi dalam tubuh NU serta membuka peluang yang lain akan membuat istilah-istilah baru dengan membawa-bawa nama NU. Tidak tertutup kemungkinan nanti akan ada yang bikin istilah NU Garis Miring, NU Garis Netral sampai NU Tanpa Garis dan seterusnya.

 ***

Berikut isi teguran Habib Abu Bakar Hasan Assegaf selengkapnya:

 

Untuk ikhwani yang menamakan diri “NU Garis Lurus” hafidzokumullah…

أوصيكم وإيايا بتقوى الله

Sebagai salah seorang nahdhiy, saya sangat yakin antum semua adalah pecinta NU sebagai jam’iyyah mubarakah diinan wajtima’an. Dan karena didorong oleh ghiroh dakwah yang tinggi, antum selama ini gigih mengkritisi pemikiran dan pemahaman yang menurut antum menyimpang dari manhaj assalafusshalih. Terutama akhir-akhir ini pemikiran-pemikiran DR KH Said Aqil Siradj.

Namun demikian, atas dasar kecintaan kita terhadap NU, akan lebih baik jika ketidaksepakatan dengan pemangku jabatan di NU tersebut dituangkan dalam kritik dengan bahasa yang lebih santun dan elegan tanpa membawa-bawa NU secara jam’iyyah atau lembaga.

Menamakan diri sebagai NUGL dan membuat logo NU dengan penambahan NUGL, menambah nama dan logo jam’iyyah yang kita cintai ini dari yang sudah disepakati oleh ulama’ana almutaqoddimin. Padahal, untuk membuat nama dan logo NU itu mereka sepakati dengan hasil istikharah dan isyaroh robbaniyyah. Karena mereka, Syaikhona Kholil, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah wa man fi thobaqotihim bukan ulama sembarangan. Keilmuan, kewara’an serta keihlasan perjuangan mereka untuk umat sudah teruji. Mereka orang-orang yang tsiqoh, yang tak akan kita jumpai dari generasi saat ini.

رضي الله عنهم وجزاهم عن الأمة خير ماجزى به عباده الصالحين.

Disamping itu, ini bisa menimbulkan faksi dalam tubuh NU serta membuka peluang yang lain akan membuat istilah-istilah baru dengan membawa-bawa nama NU. Tidak tertutup kemungkinan nanti akan ada yang bikin istilah NU Garis Miring, NU Garis Netral sampai NU Tanpa Garis dan seterusnya.

Jika ini terjadi, maka ini sama sekali tidak menguntungkan NU, nahdhiyyin dan kelompok aswaja. Yang diuntungkan justru kelompok-kelompok di luar NU, seperti wahhabiyyah wa khulafaaihim.

Silahkan mengkritik, tapi tetaplah santun. Tanpa menyerang person dengan umpatan dan caci maki. Jangan gunakan cara-cara orang di luar NU dan tanpa membuat istilah NU yang baru (tanpa bikin bid’ah).

Manfaatkan NU semaksimal mungkin utk memberikan manfaat kepada umat dan menjaga aqidah mereka dari ahlul bid’ah waddhalalah. Mari kita teladani cara-cara ulama salaf dalam ber-ikhtilaf. Dan mari kita berusaha menjadi khoiru kholaf likhoiri salaf.

وما توفيقي إلا با الله. عليه توكلت وإليه أنيب

Ttd,

Abu Bakar Hasan Assegaf
Wakil Rais Syuriah PCNU Kab. Pasuruan

EH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *