Satu Islam Untuk Semua

Friday, 26 May 2017

PBNU Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri Kampung Melayu


PBNU Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

islamindonesia.id – PBNU Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2017) kemarin, jika aksi itu semula dianggap oleh para pelakunya demi menjunjung tinggi kemuliaan Islam, maka sebaliknya ulah mereka ini telah menghancurkan kemuliaan Islam.

“Kalau agama mulia tapi cara dakwahnya keras, radikal. Itu justru malah mencoreng, mengotori, menghancurkan kemuliaan Islam,” ucap pria yang akrab disapa Kang Said ini di kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2017).

Karenanya, ia mengutuk keras aksi tersebut. Menurutnya, agama Islam adalah agama yang mulia dan bermartabat. Islam mengajarkan umatnya untuk berdakwah dengan cara yang mulia pula, bukan sebaliknya.

“Makanya kita kalau di terminal, bus-nya bagus, tapi ngajak penumpangnya kasar ya enggak ada orang mau naik. Tapi kalau dengan cara yang ramah, fasilitas full AC, toilet, snack, ya orang akan naik,” ujar Said memberi contoh.

Padahal, kata Said, selama ini banyak ulama atau kiai dari NU yang terus menerus menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang ramah, moderat, serta toleran.

“Itu kan dalam rangka kontra radikalisme. Membangun karakter bangsa agar kita punya karakter yang berakhlak dan bermartabat serta berbudaya,” ucap Said.

[Baca: Bom Bunuh Diri Kampung Melayu, Mencoreng Pra-Ramadan dengan Kebiadaban]

Diketahui, dua ledakan bom bunuh diri terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam (24/5/2017). Kejadian tersebut pun menewaskan dua orang terduga pelaku dan tiga orang anggota kepolisian yang sedang menjaga pawai obor.

Usai kejadian tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk potongan tubuh yang diduga pelaku, panci, paku, hingga gotri. Sementara pelaku masih diidentifikasi aparat kepolisian.

Dari ledakan tersebut, polisi mencatat ada tiga anggota kepolisian yang gugur dalam tugas. Selain itu, ada 6 anggota kepolisian yang mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit. Dari warga sipil, ada 5 korban yang terluka. Mereka terdiri dari sopir Kopaja, mahasiswi, hingga karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *