Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 25 May 2017

Bom Bunuh Diri Kampung Melayu, Mencoreng Pra-Ramadan dengan Kebiadaban


Bom Bunuh Diri Kampung Melayu, Mencoreng Pra-Ramadan dengan Kebiadaban

islamindonesia.id – Bom Bunuh Diri Kampung Melayu, Mencoreng Pra-Ramadan dengan Kebiadaban

 

Dua hari jelang bulan suci Ramadan, sebagian warga Ibu Kota gelar pawai obor sebagai tanda sukacita menyambut bulan puasa dengan kemeriahan. Namun tak disangka, suasana sukacita itu sontak berubah mencekam saat massa aksi pawai obor melewati daerah Kampung Melayu. Karena di wilayah itu, tepatnya di toilet dekat lokasi parkir tak jauh dari halte TransJakarta, telah terjadi dua kali ledakan hanya selang lima menit. Ledakan pertama pada pukul 21.00 disusul ledakan kedua pada pukul 21.05 WIB. Ledakan yang semula diduga oleh warga berasal dari bus TransJakarta yang mungkin terbakar, seperti kebakaran serupa yang sebelumnya kerap terjadi. Belakangan diketahui bahwa ledakan yang bunyinya terdengar hingga radius 1 kilometer itu ternyata adalah ledakan bom. Bom panci berisi paku dan gotri, seperti yang pernah diledakkan teroris di Bandung dan Bekasi beberapa bulan lalu.

Dari hasil olah TKP, Polisi menyatakan bahwa ledakan itu merupakan aksi bom bunuh diri dari dua orang pelaku, dan memakan korban setidaknya 3 orang tewas serta belasan lainnya menderita luka-luka. Mereka terdiri dari anggota polisi yang sedang menjaga iring-iringan pawai, sementara korban lain adalah warga sipil yang pada malam itu sedang berada di seputaran area halte.

Meski identitas dan motif pelaku belum diketahui secara pasti, namun inilah bentuk teror yang bertujuan menebar ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat. Artinya, siapapun yang menyuruh, siapapun pelakunya, dan apapun motif serta tujuan yang ingin diraih dari aksi brutal itu, tetap saja tindakan itu adalah aksi biadab.

Ya. Bom bunuh diri di Kampung Melayu itu layak dikutuk dan sama sekali tak pantas dipuji. Apalagi kebiadaban itu dipertontonkan ke tengah publik justru menjelang datangnya bulan suci bagi kaum Muslimin di Tanah Air.

Jika pelakunya adalah Muslim, dengan dalih apapun alih-alih mengharumkan, mereka justru telah nyata-nyata mencoreng nama Islam. Jika pelakunya adalah non-Muslim maka sejatinya mereka telah mengkhianati nurani kemanusiaan.

Dukacita mendalam untuk para korban dan keluarga mereka. Semoga Tuhan mengaruniakan ketabahan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *