Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 25 January 2018

Ngaku Tak Ngerti HAM, Gus Mus Sebut Juri Yap Thiam Hien Award ‘Lebay’


Ngaku Tak Ngerti HAM, Gus Mus Sebut Juri Yap Thiam Hien Award 'Lebay'

islamindonesia.id – Ngaku Tak Ngerti HAM, Gus Mus Sebut Juri Yap Thiam Hien Award ‘Lebay’

 

Saat memberikan sambutan usai menerima penghargaan Yap Thiam Hien Award, Gus Mus menilai pertimbangan dewan juri terlalu berlebihan. Ia merasa dirinya bukan pejuang HAM.

[Baca: Terima Yap Thiam Hien Award, Gus Mus: Indonesia Tanah Air Mata]

“Saya ini enggak ngerti HAM. Dewan juri ini sepertinya lebay. Saya ini ngerti HAM ya baru akhir-akhir ini setelah bertemu para milenials itu,” kelakar Gus Mus yang membuat seluruh tamu undangan tertawa.

Menurut Gus Mus, apa yang ia lakukan selama ini merupakan kewajiban sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Para kiai yang menjadi gurunya di pesantren selalu berpesan bahwa Indonesia adalah rumah yang harus terus dijaga.

“Saya banyak mondok di pesantren. Para kiai dan guru saya mengajarkan bahwa Indonesia itu rumahmu. Ya saya jaga rumah saya,” ucapnya.

Gus Mus merupakan ulama pertama yang menerima penghargaan bagi pejuang HAM, Yap Thiam Hien award.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu dinilai sebagai sosok ulama yang memiliki keteguhan dalam membangun moralitas kemanusiaan di tengah bangsa yang beragam.

Gus Mus dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Ia dibesarkan dalam keluarga yang patriotis, intelek, dan progresif.

Dikutip dari laman situs gusmus.net, kakeknya, H. Zaenal Mustofa, adalah seorang saudagar ternama yang dikenal sangat menyayangi ulama.

Sehari-hari, Gus Mus mengasuh pondok pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, yang didirikan oleh ayahnya, KH. Bisri Mustofa, pada 1955.

Sejak muda, Gus Mus mempunyai kebiasaan menulis sajak. Ia suka membaca sejak masa kanak-kanak. Tulisannya sejak remaja sudah banyak dimuat berbagai media massa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *