Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 14 April 2016

KISAH–Nasihat dari Arthur Ashe


Arthur Ashe

Arthur Ashe

Arthur Robert Ashe, Jr., pemain tenis legendaris yang lahir pada 10 Juli 1943 ini tersohor di dunia berkat kemahirannya bermain tenis. Tiga kali memenangi grand slam dan memuncaki peringkat dunia tenis ternyata hanya salah satu dari sisi hidupnya.

Sisi lain dari hidup Arthur Ashe itu justru lebih menarik, lantaran ia berisi tentang penghayatannya sebagai seorang manusia dan hamba Tuhan yang penuh syukur. Sesaat setelah terdeteksi menderita AIDS yang berasal dari darah yang terinfeksi virus itu setelah operasi jantung yang dideritanya pada 1983, Ashe justru mampu menampilkan banyak renungan indah tentang hidupnya.

Di antara sebagian renungan indah yang dia tulis untuk anaknya yang berumur 7 tahun saat dia tergeletak di pembaringannya, adalah petikan surat berikut ini.

Suatu saat dia menerima surat dari para penggemarnya, yang berisi pertanyaan ini:
“Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini?”

Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, “Mengapa (harus) saya?”

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, “Mengapa (harus) saya?”

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yang membuatmu tetap melangkah.

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladang memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.

Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak-anak miskinlah yang melakukannya.

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yang hidup sederhana yang bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yang terbaik.

Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus..

 

AJ/Sumber: Buku Days of Grace: A Memoir karya Arthur Ashe dan Arnold Rampersad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *