Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 18 October 2016

Ketum PBNU: Terorisme dan Radikalisme Bukan Ajaran Kiai Indonesia


ketum-pbnu-terorisme-dan-radikalisme-bukan-ajaran-kiai-indonesia

IslamIndonesia.id — Ketum PBNU: Terorisme dan Radikalisme Bukan Ajaran Kiai Indonesia

 

Ditemui usai kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kota Kediri di GNI Kota Kediri, Jawa Timur, awal September lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj mengaku prihatin atas maraknya kasus radikalisme yang melibatkan remaja. Untuk itu, Kang Said memastikan bahwa NU akan berupaya maksimal menangkalnya.

“Remaja itu pemimpin masa depan, generasi masa depan, jika remaja sudah radikal seperti itu mau jadi apa,” sesal Kang Said.

Ia mengaku prihatin dengan keterlibatan remaja pada terorisme, radikalisme yang terungkap beberapa bulan terakhir. Menurutnya, aksi seperti itu sama sekali tidak cocok dengan watak bangsa.

[Baca: Terbitkan ‘Deklarasi NU’, Kang Said: Menjaga Perdamaian, Jihad Sebenarnya]

Salah satu contoh kasus, adalah pengeboman yang terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan beberapa waktu lalu yang pelakunya ternyata belum genap berusia 18 tahun.

“Terorisme, radikalisme, tidak cocok dengan watak bangsa. Entah darimana mereka mendapatkan ajaran semacam itu. Yang jelas pasti dari luar, sebab itu bukan ajaran Kiai di Indonesia,” lanjutnya.

Pihaknya mengaku tak bosan-bosannya selalu memberikan pengarahan, baik kepada orangtua maupun remaja, sebagai upaya menangkal radikalisme serta berbagai ajaran ekstrem lainnya.Hal itu sebagai upaya, agar mereka terjauhkan dari tindakan brutal dan tak bertanggungjawab dan dan bisa segera kembali ke jalan yang benar.

[Baca: Kang Said: Beragama Secara Benar Tidak Cukup dengan Pesantren 2 Minggu]

Ia menegaskan, saat ini Islam yang toleran di Indonesia sangat diharapkan. Berbeda dengan beberapa negara di Timur Tengah yang dinilai sikapnya sudah memalukan dan memilukan dengan perang tak berkesudahan hingga sekarang.

“Bahkan, sudah lebih dari 1 juta orang meninggal dunia akibat perang, padahal mereka satu bangsa,” kata Kang Said, “Saya berharap agar masyarakat tidak sepotong-sepotong dalam memahami berbagai ayat di Kitab Suci Al-Qur’an. Jika hanya diartikan secara sepotong-sepotong, nantinya bisa salah tafsir. Jika hal itu terjadi dikhawatirkan bisa mengakibatkan pemahaman yang berbeda.”

Ketum PBNU ini pun sangat mengecam berbagai tindakan kelompok radikal seperti ISIS, sebab yang dilakukan oleh kelompok itu bukanlah ajaran Islam. Mereka tega menyakiti sesama, bahkan membunuh sesama manusia dengan cara keji.

Said meminta supaya semua umat Islam bergandengan tangan dan tidak takut dengan para teroris yang mengancam keutuhan bangsa. Dia berharap, dengan memerangi berbagai tindak radikalisme, diharapkan umat Islam akan semakin kokoh dan tidak salah dalam mengambil keputusan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *