Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 25 August 2016

Di Demak, Ulama Yaman Tegaskan Konflik di Timur Tengah Bukan Soal Sunni-Syiah


ok

IslamIndonesia.id – Di Demak, Ulama Yaman Tegaskan Konflik di Timur Tengah Bukan Soal Sunni-Syiah

 

Dalam pertemuan para ulama di Pesantran Futuhiyah Mranggen Demak, Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramy menegaskan soal konflik di Timur Tengah bukan karena faktor Sunni-Syiah, tapi politik. “Dari dahulu ulama Ahlus Sunnah dengan Syi’ah atau dengan aliran manapun dan di manapun hidup rukun berdampingan,” kata ulama asal Yaman ini seperti dikutip portal resmi NU (23/8).

Namun sayangnya, lanjut Habib Muhammad, agama dibuat tameng penghalalan hasrat nafsu politik kelompok-kelompok tertentu. “Jika sudah begini, ya sudah, kalau agama sudah dicampur-adukkan dengan kepentingan, hancur,” katanya di depan para kiai, mursyid thariqah, ulama dan hadirin Majlis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin, Demak, Jawa Tengah.

Persoalan ini diperjelas oleh Habib Muhammad setelah mendapat pertanyaan dari KH. Hanif Ismail, Pengasuh Pesantren Roudlotul Quran An Nasimiyyah Semarang. Tidak sedikitnya informasi yang bertolak belakang dan cenderung mengadu domba umat Islam Indonesia membuat Kiai Hanif meminta penjelasan langsung dari ulama asal Hadramaut Yaman itu.

(Baca, WAWANCARA–Dr. Muhammad Alkaff: Yaman dan Indonesia Punya Penghayatan Kebangsaan yang Sama)

Seperti diketahui, meski Dubes Indonesia di Damaskus telah memberikan klarifikasi seperti yang ditegaskan Habib Muhamad, tidak sedikit media yang masih menyebarkan berita bahwa pemerintah Suriah yang dituding Syiah itu membantai warga Sunni. Atas dasar informasi ini, sebagian Muslim di Indonesia ikut terprovokasi sehingga melihat sebagian mazhab Islam lainnya sebagai ancaman.

(Baca, KHAS—Inilah Pernyataan Utuh Grand Mufti Suriah)

“Informasi yang menyatakan pemerintah Assad membunuhi rakyatnya, itu tidak benar. Bagaimana mungkin, wong pemerintah solid didukung rakyatnya. Jadi jika memang ada yang meninggal, itu karena perang dua kubu, namanya perang. Kalau dulu perang itu antarprajurit, tak boleh menyerang rumah sakit dan lain-lain, rumah ibadah, sekolah. Nah sekarang jihadis di Suriah yang fanatis dengan ISIS, Al Qaeda, saling berperang,” kata Djoko Harjanto, Dubes Indonesia untuk Suriah kepada Republika, (21/3).

Selanjutnya, mengutip pesan Habib Abu Bakar Al Adniy Al Masyhur, pada kesempatan itu Habib Muhammad menyerukan bahwa umat Islam harus damai mulai sekarang. “Yang terpenting saat ini menjaga lisan dari mencaci, menjaga tangan dari menumpahkan darah karena kekerasan di negara Arab manapun bukan karena agama sebagai pemicunya, namun politik.” []

(Baca, Fatwa Gus Mus: Taqlid Paling Buta ialah Membebek Fitnah Suriah)

YS/IslamIndonesia/Sumber: nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *