Satu Islam Untuk Semua

Monday, 03 October 2016

Bendera ISIS Berkibar di Bangil?


2016-10-03

IslamIndonesia.id – Bendera ISIS Berkibar di Bangil?

 

Bendera yang menyerupai identitas kelompok militan ISIS terlihat berkibar di antara para peserta pawai Muharram kemarin (2/10), di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Bendera ala ISIS yang sempat terekam kamera itu ikut mewarnai kegiatan yang mengkampanyekan anti-mazhab Syiah. Dan, salah satu anggota DPRD Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Nadeer Umar Basyaeb, turut mengecam ajaran yang menurutnya sesat itu dengan pengeras suara dari atas mobil pick up.

Apakah benar bendera itu menunjukkan adanya simpatisan ISIS dalam pawai itu? Beberapa hari sebelumnya, aksi yang sama terjadi di depan Balaikota Bogor (23/9). Wakil Amir Majelis Mujahidin Muhammad Abu Jibril dilaporkan  hadir menuntut Walikota Bogor Bima Arya kembali melarang Asyuro (haul cucu Nabi, Sayyidina Husain) yang umumnya dilakukan oleh Muslim Syiah tiap Muharram.

[Baca: Demo di Balaikota Bogor, Majelis Mujahidin dan Ormas Anti-Syiah Minta Asyuro Dilarang]

Nama Abu Jibril, seperti lansir Tempo, pernah disebut-sebut dalam tragedi bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, keduanya di Jakarta, pada 2009. Salah satu anaknya, yaitu Muhammad Jibril Abdurrahman alias Ricky Ardan, divonis lima tahun penjara karena terbukti melakukan pidana terorisme.

Putranya yang lain, Muhammad Ridwan, telah tewas di Suriah ketika bergabung dengan kelompok An-Nusra, cabang kelompok teroris Al-Qaeda sebagaimana ISIS. Ridwan atau yang dikenal sebagai Abu Omar itu dikabarkan tewas akibat terkena peluru tank di Kota Idlib – Suriah, pada 26 Maret 2015.

Di Bangil sendiri, demonstrasi seperti ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, kelompok orang yang mengatasnamkan Ahli Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) juga pernah membubarkan paksa peringatan Milad Putri Nabi Muhammad saw, Fatimah Azzahra, yang diadakan di Islamic Women Centre, Bangil, tahun lalu.

Menurut sejumlah ulama senior Aswaja se-dunia, Mazhab Ahlussunnah Wal Jamaah belakangan ini sering diklaim oleh kelompok yang menganggap dirinya paling benar sendiri. Klaim ini kemudian membingungkan publik dan berakibat pada saling lempar tuduhan yang tidak produktif di tengah-tengah umat. Untuk itu, sejumlah ulama senior dari kalangan Aswaja pada Agustus 2016 lalu berkumpul di Grozny untuk meluruskan klaim orang-orang yang mengaku Aswaja tapi membangkang pada ajaran, metodologi dan mengusik keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Gelombang pertama yang sesat dan membahayakan itu adalah Khawarij klasik hingga sampai pada Neo-Khawarij, saat ini dari kalangan Salafi Takfiri dan ISIS serta semua kelompok radikal yang meniti jalan mereka yang memiliki kesamaan, yaitu distorsi, pemalsuan dan interpretasi bodoh akan ajaran agama ini,” demikian salah satu point hasi Muktamar yang bertajuk “Siapakah Ahlusunnah Wal Jamaah?”

Bahkan, Guru Besar Al Azhar Mesir Syekh Ali Jum’ah menegaskan bahwa Aswaja tidak pernah mengecam orang lain dengan tudingan kafir, bid’ah, sesat dengan serampangan. “Aswaja tidak pernah mengkafirkan orang yang salat menghadap kiblat. Aswaja tidak pernah menggiring manusia untuk mencari kekuasaan, menumpahkan darah, dan tidak pula mengikuti syahwat birahi (yang haram),” katanya di depan 200 ulama senior seperti dirilis portal resmi NU dari Muktamar di Chechnya, 25/8.

[Baca: Berkaca pada “Tragedi Suriah”, Santri Pamekasan Tolak Ulama Salafi-Wahabi]

Ulama Nadhatul Ulama asal Bojonegoro, KH. Anwar Zahid, menyinggung sejumlah kelompok yang mengatasnamakan Islam Ahlusunnah wal jama’ah namun berperilaku ekstrim. Mengklaim sebagai Mujahidin tapi nyatanya teroris. Dengan nada canda, ISIS, demikian penceramah kondang ini melanjutkan, ialah orang-orang ekstrim yang membuat ‘sumuk’ (gerah). Anehnya, lanjut Kiai Anwar, mereka melarang orang lain berbeda darinya, melarang maulid, haul, dan semua yang mereka anggap sesat, bid’ah, namun meledakkan orang dibolehkan.

“Tapi ngebom, apa-apa dibom! Jangan asal jidatnya hitam diikuti, dipukuli dengan batu jidat juga cepat jadi hitam,” katanya menyarankan untuk tidak silau dengan simbol-simbol agamis yang minus substansi ajaran.[]

YS/IslamIndonesia

One response to “Bendera ISIS Berkibar di Bangil?”

  1. Ali Al Mujtaba says:

    Ente penentang syi’ah Ali (yang mengkafirkan syi’ah Ali). Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Sebaliknya jika syi’ah Ali itu mu’min (pengikut Nabi Muhammad SAWW) maka ente yang mengaminkan akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Yang sudah membaca mubahalah ini dan tetap mengkafirkan syi’ah Ali maka dialah yang kafir!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *