Satu Islam Untuk Semua

Monday, 26 November 2018

Analisis – Trilogi Saudi-Wahhabi-Amerika di mata Buya Syafii Maarif (Bagian 6)


buya-syafii

islamindonesia.id – Trilogi Saudi-Wahhabi-Amerika di mata Buya Syafii Maarif (Bagian 6)

 

Hadits Nabi

Dua keluarga penguasa Saudi (Keluarga Saud dalam hal politik dan Keluarga Wahhabi dalam hal agama) berasal dari wilayah Najd, Arab Tengah. Mereka sangat dibenci oleh jutaan Muslim baik di dalam maupun di luar Arab Saudi, terutama di wilayah Hijaz, di mana banyak penduduknya yang secara rahasia terus merayakan Maulid Nabi Muhammad meskipun dilarang oleh Wahhabisme. Dalam sebuah Hadits terkenal, Nabi Muhammad berkata:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, aku mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan’.” (Mohammad Muhsin Khan, Sahih al-Bukhari: Arabic-English [al-Medinah al-Munauwara: Islamic University-Dar al-Fikr, n.d.], Vol. 9, p.166.)

Banyak Muslim di seluruh dunia yang benar-benar percaya bahwa “tanduk Setan” yang dimaksud oleh Nabi Muhammad pada hadits di atas tiada lain adalah dua keluarga durjana, yaitu Keluarga Saud dan Wahhabi yang reaksioner.

Juga, dalam Hadits Nabi Muhammad terkenal yang lainnya, dikatakan bahwa salah satu tanda yang mendekati akhir dunia adalah:

“Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang menggembalakan domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” (Sahih Muslim. Translation by Abdul Hamid Siddiqi, Vol. 1, [Lahore: Sheik Mohammad Ashraf, 1976], p. 2.)

Sekali lagi, banyak Muslim yang percaya bahwa dalam hadits kedua ini, Nabi Muhammad mengacu kepada Wahhabi-Saud. Faktanya, hanya beberapa dekade yang lalu sebelum minyak ditemukan di Arab Saudi, kedua keluarga ini memang miskin, bertelanjang kaki, dan menggembalakan kambing. Mereka tinggal di desa-desa dan oasis padang pasir Arab di bawah tenda-tenda yang terbuat dari kulit domba. Sekarang mereka telah memiliki beberapa gedung pencakar langit termegah di dunia Muslim dan menguasai kekayaan Arab Saudi yang sangat besar.

 

Kesimpulan

Dilihat dari catatan sejarah, sangatlah jelas, bahwa tanpa bantuan Inggris, baik Wahhabisme maupun Keluarga Saud tidak akan pernah ada. Wahhabisme adalah gerakan fundamentalisme dalam Islam yang dihembuskan oleh Inggris. Melalui pembelaannya terhadap Keluarga Saud, Amerika Serikat (AS) juga mendukung Wahhabisme secara langsung dan tidak langsung, terlepas dari serangan teroris pada 11 September 2001.

Wahhabisme berarti kekerasan, sayap kanan, ultrakonservatif, kaku, ekstremis, reaksioner, seksis, dan intoleran. Catatan sejarahnya yang berdarah-darah telah didokumentasikan dengan baik dan tidak dapat dihapus atau diabaikan oleh siapa pun. Semua perubahan tampilan Wahhabisme baru-baru ini untuk memperbaiki citranya tidak akan pernah dapat menipu orang-orang Arab dan Muslim yang berpendidikan.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir beberapa pemimpin Wahhabi telah mencoba “menjauhkan” diri mereka dari kebrutalan Keluarga Saud dan kebijakan-kebijakannya yang tidak Islami, dalam upaya sia-sia untuk menyelamatkan citra Wahhabisme dari kemerosotan lebih lanjut, namun sebagian besar pemimpin Wahhabi masih tetap teguh 100 % mendukung Keluarga Saud. Kenyataannya, sebagian besar pemimpin Wahhabi secara terbuka mendukung dan membela semua kebijakan domestik dan luar negeri  Keluarga Saud yang tidak populer, termasuk mengizinkan AS untuk menduduki tanah Islam dan Arab, serta untuk menghancurkan orang-orang Arab dan Muslim di Afghanistan dan Irak.

Sungguh, dua keluarga ini (Wahhabi dan Saud) tidak terpisahkan karena mereka terikat oleh garis keturunan dan pernikahan dari sejak tahun 1744. Aliansi dinamis mereka jelas diwujudkan hari ini dalam komposisi kelas penguasa Arab Saudi. Kenyataannya, persatuan di antara mereka lebih kuat dibandingkan persatuan lama antara Gereja dan Negara pada Abad Pertengahan di Eropa.

Ikatan yang erat Wahhabisme dengan dan dukungan dari Dinasti Saud, yang secara luas telah diakui menjadi salah satu kelas penguasa di dunia yang paling brutal, korup, anti-demokrasi, dan feodal, menjadikan akuannya sebagai ‘mewakili bentuk Islam yang terbaik.’ Ini telah jadi sasaran cemooh dan ejekan Muslim. Sekarang banyak orang Arab yang terdidik dan kaum Muslimin merasa bahwa Wahhabisme memberikan Islam sebuah nama yang buruk, menggambarkan sebuah belenggu reaksioner yang menghalangi orang Arab dan Muslim untuk maju. Sungguh, di kalangan sarjana-sarjana Sunni selama 250 tahun yang silam, baik yang konservatif maupun yang liberal, di seluruh dunia Muslim yang membentang dari Maroko sampai ke Indonesia, sebagaimana juga golongan Syi’ah dan Sufi, telah menolak Wahhabisme sejak kelahirannya sebagai suatu perubahan bentuk Islam yang mengerikan (khusus untuk alinea terakhir ini diterjemahkan langsung oleh Buya Syafii-pen).

Bersambung….

Sebelumnya:  Bagian 5

 

PH/IslamIndonesia/Photo Fitur: MI/Rommy Pujianto

One response to “Analisis – Trilogi Saudi-Wahhabi-Amerika di mata Buya Syafii Maarif (Bagian 6)”

  1. toti says:

    Nglindur apa, apa itu,? Wahabi kan cuma bercokol di Saudi, katanya di Indonesia, Wahabi minoritas, trus Sunni Indonesia maju ???, malah Sunni sufi Indonesia malah berkutat sama takhayul, percaya jimat, percaya kyai sakti, cerita fiktif tentang wali songo dibumbui gaib percaya, dukun tumbuh subur, karena kyai juga menjual kesaktian, emang Sunni Indonesia maju ???,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *