Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 05 May 2015

WAWANCARA – Yuna: Saya Bermusik untuk Berbagi Kebahagiaan


© yunamusic.com

Berbalut hijab, berpenampilan modis, dan tentunya bersuara merdu, Yunalis Mat Zara’ai telah mendobrak citra negatif wanita Muslim di dunia Barat. Penyanyi asal Malaysia kelahiran 1986 dengan nama panggung Yuna ini, telah menghasilkan tujuh album dan menyabet sederet penghargaan lokal maupun internasional. Bakat dan prestasinya itulah yang mengantarkan Yuna pada label Verve Records sejak tahun 2013 pimpinan David Foster, yang juga pernah mengasuh Whitney Houston, Christina Aguilera, dan Beyoncé.

Yuna telah memulai menulis puisinya sendiri sejak usia 14 tahun. Bakat bermain gitar mendukungnya untuk mengombinasikan puisi dengan melodi yang dibuatnya. Hasilnya, pada usia 19 tahun, Yuna telah mementaskan lagunya sendiri. Kemampuan memetik alat musik ukulele juga membawanya terpilih sebagai pengisi musik sebuah film Hollywood, Savages. Tapi menjadi populer bukanlah tujuan Yuna dalam bermusik.

“Saya ingin berbagi kebahagian dan membuat pendengar tahu bahwa mereka tidak sendirian,” katanya. Kepada IslamIndonesia, Yuna menceritakan pandangannya tentang musik dan juga keislaman.

Bagaimana Islam berperan dan berpengaruh dalam kehidupan dan musik Anda?

Islam telah membuat saya lebih fokus dan memberikan ketenangan dalam segala hal yang saya lakukan dalam hidup; apapun yang saya makan, saya minum, saya katakan. Saya terus mencoba menjadi seorang Muslim yang baik, menjadi manusia sebaik-baiknya. Peran yang sama juga berlaku bagi musik saya—saya bertanggung jawab untuk membuat musik yang berbicara tentang perasaan, dan saya terus menjauhkan diri dari menulis tentang hal-hal negatif.

© Irwandy Mazwir

© Irwandy Mazwir

Bagaimana peran dan dukungan keluarga, khususnya ibu, dalam mendukung karir Anda?

Ibu saya sangat mendukung sejak tahu saya bisa menyanyi! Saya sangat bersyukur karena memiliki seorang ibu yang luar biasa.

Setelah musik Anda mendunia dan berkolaborasi dengan label musik Barat, adakah perubahan terhadap genre dan gaya bermusik?

Tentu saja gaya bermusik saya berkembang dan saya senang itu terjadi. Saya ingin tumbuh sebagai penyanyi dan juga penulis lagu. Saya rasa akan sia-sia jika tidak mencoba dan berkarya dalam berbagai jenis musik.

Visi apa yang ingin disampaikan pada dunia melalui musik-musik Anda?

Kebahagiaan. Saya ingin para penggemar tahu dan merasakan bahwa mereka tidak sendirian.

Lagu-lagu Anda banyak bercerita tentang pengalaman pribadi dan cinta. Akankah musik-musik bertema ketuhanan dan keislaman dihasilkan nantinya?

Tentu. Saya memiliki beberapa lagu yang memiliki sisi spiritual dalam pandangan saya. Saya tidak akan mengatakan yang mana… tapi tentu saja, Tuhan selalu di hati saya.

Apakah Anda tipe musisi yang memiliki ritual khusus sebelum naik panggung?

Saya berdoa setiap kali akan naik panggung. Saya hanya berdoa agar apapun yang saya katakan dan nyanyikan di atas panggung, orang-orang akan mendengar dan ketika kembali ke rumah masing-masing, mereka terbuai mendengarnya.

Meski ada komentar negatif, Anda membuktikan hijab bukanlah penghalang untuk berkarya. Bagaimana Anda mereaksinya dan apa pesan Anda untuk penyanyi wanita muslim?

Bukanlah hak saya untuk mengatakan mana yang benar dan mana yang salah. Semua orang berhak mengutarakan pendapatnya, tapi saya hanya berusaha menjadi kreatif. Pesan saya untuk penyanyi Muslim: janganlah menjadi alat—musik adalah seni. Saya mendorong mereka untuk menuliskan ide mereka sendiri, jujur, apa adanya dan tulus… and be happy!

Adakah rencana untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia?

Mudah-mudahan saya bisa bekerja sama dengan musisi lokal di sana!

Ali Reza/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *