Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 10 October 2018

Tasawwuf – Tujuh Nasihat Kebijaksanaan Jalaluddin Rumi


rumi sufi

islamindonesia.id – Tujuh Nasihat Kebijaksanaan Jalaluddin Rumi

 

Jalaluddin Rumi dilahirkan pada tahun 1207 di kota Balkh di Khurasan (dekat Mazar-I-Sharif, Afghanistan masa kini), Rumi adalah putra seorang cendekiawan Islam yang cemerlang. Pada usia 12 tahun, dia melarikan diri dari invasi bangsa Mongol. Rumi dan keluarganya pergi terlebih dahulu ke Mekah, dan kemudian menetap di kota Rum pada tahun 1228. Nama Rumi sendiri, mengacu kepada tempat di mana dia tinggal.

Rumi kemudian mendirikan sebuah sekte sufi mistik bernama Maulawiyyah. Dia mengatakan bahwa cinta adalah satu-satunya hal yang diperlukan untuk mencapai Tuhan. Dalam praktiknya, para Maulawi (pengikut Rumi) akan melakukan suatu ritual tarian yang disebut dengan “Sema” untuk dapat merasakan cinta dari ilahi.

Ritual ini dilakukan dengan cara berputar-putar mengikuti rotasi bumi yang melambangkan keselarasan langkah dengan alam. Sementara salah satu tangan mereka menunjuk ke langit, tangan yang lain menunjuk ke bumi yang berarti “Cinta dari Tuhan menyebar ke bumi”. Kemudian mereka akan diiringi melodi dari seruling buluh yang menggambarkan kerinduan manusia untuk kembali ke sumber awalnya.

Kini puisi-puisi dan syair-syair karya Rumi menjadi salah satu karya yang paling banyak dibaca di dunia. Ia telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa. Isinya mengandung banyak hikmah kebijaksanaan dan juga interpretasi-interpretasi tentang cinta yang sangat mendalam.

Di antara sekian banyak syairnya, berikut ini adalah tujuh nasihat kebijaksanaan dari Rumi yang dikutip dari buku Haidar Bagir yang berjudul Mereguk Cinta Rumi:

1- Dalam hal kedermawanan dan menolong orang, jadilah seperti sungai. Artinya, biarkan kedermawananmu mengalir tak henti-henti, dan jangan mengharapkan balasan.

2- Dalam kasih sayang dan berkah, jadilah seperti matahari. Artinya, berikan kasih sayang kepada siapapun tanpa diskriminasi.

3- Dalam menutupi aib orang, jadilah seperti malam. Artinya, menutup aib siapapun rapat-rapat dan tidak pernah membocorkannya.

4- Dalam keadaan marah dan murka, jadilah seperti orang mati. Artinya, ketika itu terjadi lebih baik diam, tidak melakukan apapun, agar tidak melakukan kesalahan apapun dan menyesal kemudian.

5- Dalam hal kesederhanaan dan kerendahhatian, jadilah seperti bumi. Artinya, selalu menempatkan diri di bawah dan meninggikan yang lain.

6- Dalam hal toleransi, jadilah seperti laut. Artinya, berlapang dada sepenuhnya dan siap menampung pandangan-pandangan yang berbeda.

7- Tampillah seperti diri sejatimu, atau jadilah seperti tampilanmu. Artinya, hiduplah dengan penuh integritas. Sama lahir dengan batin.

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *