Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 14 October 2018

Tasawwuf – 26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam al-Ghazali (Bagian 1)


ghazali

islamindonesia.id – 26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam al-Ghazali (Bagian 1)

 

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din mengatakan terdapat 26 kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya:

1-Petunjuk berikut ini ada di dalam al-Quran dan Hadist. Ketika engkau bertemu seorang Muslim, beri dia salam. Ketika dia mengundangmu, terima undangannya. Saat dia bersin, jawab dia. Ketika dia jatuh sakit, jenguk dia. Ketika dia meninggal, ikutlah dalam shalat jenazahnya. Jika dia meminta nasihatmu, beri dia nasihat. Jika dia khilaf, jagalah kehormatannya. Cintai untuk dirinya apa yang engkau cintai untuk dirimu. Jangan mencintai untuknya apa yang tidak engkau cintai untuk dirimu.

2-Cintailah untuk orang-orang yang beriman dengan apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, dan bencilah untuk orang beriman dengan apa yang engkau benci untuk dirimu sendiri. Nabi berkata, “Masyarakat Muslim adalah seperti satu tubuh dalam hal saling mencintai dan bersimpati. Jika salah satu anggota tubuh menderita sakit, seluruh tubuh meresponnya dengan kesulitan untuk tidur dan demam.”

3-Jangan mendatangkan masalah kepada seorang Muslim dengan kata-kata dan tindakanmu. Nabi berkata, “Seorang Muslim adalah dia yang dari lidah dan tangannya membuat Muslim lainnya tetap selamat.”

4-Berendahhatilah kepada setiap Muslim. Jangan memperlakukannya dengan kasar, jangan membanggakan diri di dekatnya karena Allah tidak menyukai orang yang sombong dan angkuh. Nabi berkata, “Allah berfirman kepadaku, ‘Rendah hatilah kepada satu sama lain dan jangan membanggakan diri satu sama lain. Jika ada yang menunjukkan kesombongan padamu, tetaplah sabar’.”

5-Jangan mendengarkan gunjingan dan jangan meneruskannya ke orang lain. Nabi berkata, “Para penggunjing tidak akan masuk surga.”

6-Tinggalkan perselisihan dan pertengkaran. Ketika engkau marah kepada orang lain, jangan meninggalkan persahabatan dengannya selama lebih dari tiga hari. Nabi berkata, “Tidaklah dibenarkan bagi seorang Muslim untuk tetap menjauhkan diri dari saudaranya selama lebih dari tiga hari, tidak juga harus memalingkan wajahnya dari yang lain jika keduanya bertemu. Yang lebih baik baik bagi keduanya adalah orang yang pertama menyapa dengan salam.”

7-Berbuat baiklah kepada setiap orang,  baik bagi yang pantas atau pun yang tidak pantas menerimanya. Nabi berkata, “Lakukan kebaikan untuk semua orang, saleh, ataupun tidak saleh. Jika engkau berbuat baik kepada orang yang layak menerima, itu baik. Jika dia tidak layak untuk menerimanya, engkau sudah benar untuk berbuat baik.”

8-Perlakukan dengan baik semua orang, dan berbicaralah kepada siapapun sesuai dengan kecerdasannya. Jika engkau bicara dengan orang yang tidak terpelajar dengan kata-kata tentang kebijaksanaan dan teologi, dan berselisih dengan orang bodoh, engkau akan mendapat masalah.

9-Hormati orang yang sudah meninggal dan tunjukkan kepedulian kepada yang muda. Nabi berkata, “Dia yang tidak menunjukkan kepedulian kepada anak muda kami bukanlah bagian dari kami.” Dia berkata, “Menghormati seorang Muslim yang sudah tua sama dengan menghormati Allah.”

10-Hiduplah dengan semua orang dengan tersenyum dan dengan baik hati. Nabi berkata, “Apakah kalian tahu kepada siapa neraka telah dibuat terlarang?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Nabi berkata, “Mereka yang rendah hati, sederhana, dan sahabat Allah.” Nabi berkata, “Allah mengasihi orang yang sederhana dan mereka yang memiliki wajah tersenyum.”

Seorang pria bertanya, “Wahai Rasulullah, beri aku petunjuk tindakan seperti apa yang akan membuat aku masuk surga.” Nabi menjawab, “Memberi salam dan mengucapkan kata-kata yang baik dalam tujuan untuk memaafkan.”

Nabi berkata: “Selamatkan dirimu dari api neraka dengan memberi sedekah meskipun setengah benih anggur kering. Jika engkau tidak dapat melakukannya, selamatkan dirimu dengan kata-kata yang baik.”

Nabi berkata, “Ada kamar-kamar di surga di mana bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya. Seorang Arab gurun bertanya, “Wahai Nabi Allah, untuk siapa kamar-kamar ini?” Nabi menjawab, “Untuk mereka yang menggunakan kata-kata yang baik, memberikan makanan, dan tetap sibuk dalam shalat ketika orang lain tertidur.”

11-Penuhi janji kepada Muslim. Nabi berkata, “Janji itu seperti amal.” Nabi berkata, “Ada tiga kesalahan dari orang munafik: (1) ketika dia berjanji, dia melanggar itu, (2) ketika dia berbicara, dia berbicara bohong, (3) dan ketika dia dipercayakan dengan sesuatu, dia tidak mengembalikannya.” Nabi berkata, “Dia yang melakukan tiga kesalahan ini adalah seorang munafik meskipun dia shalat dan berpuasa.”

12-Berbuat adillah kepada orang-orang dengan suka hati, dan datanglah kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Nabi berkata, “Wahai Abu Darda, berbuat baiklah dengan tetanggamu, maka engkau akan menjadi orang beriman. Cintailah untuk seseorang apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi seorang Muslim.”

Hazrat Musa bertanya kepada Allah, “Ya Allah, siapakah hakim terbaik di antara hamba-hamba-Mu?” Allah SWT menjawab, “Hamba yang teguh berlaku adil terhadap dirinya sendiri.”

13-Hormati mereka yang berhak menerima kehormatan. Hormatilah seseorang yang dianggap terhormat sesuai dengan tingkatan asal-usul, perilaku, penampilan dan pakaiannya, serta status dan kedudukannya. Telah diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi memasuki ruangan dan orang-orang ikut berdatangan ke sana sehingga ruangan itu menjadi penuh. Kemudian Zarir bin Abdullah, salah seorang kepala suku, datang ke sana tetapi tidak menemukan tempat untuk duduk, dia duduk di pintu. Melihat hal ini, Nabi memberikan jubahnya supaya dia dapat duduk di sana. Dia mulai menciuminya dan menyerahkannya kembali kepada Nabi dan berkata, “Semoga Allah menghormatimu karena engkau telah menghormati aku.” Nabi berkata, “Ketika seorang pria terhormat dari suatu kaum datang kepadamu, hormati dia.”

Bersambung ke: 26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam al-Ghazali (Bagian 2)

 

PH/IslamIndonesia/Sumber: Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din Vol.2 (Karachi: Darul-Ishaat, 1993), hlm 117-121.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *