Satu Islam Untuk Semua

Friday, 04 December 2015

TAFSIR – Dakwah Para Nabi itu Mengajak Tanpa Memaksa


himah+strategi

Sepanjang sejarahnya, bumi tak pernah sepi dari penyeru Ilahi. Merekalah para nabi, para wali dan orang-orang shaleh yang senantiasa mengajak manusia ke sumber kesenangan dan kebahagiaan sejati: Allah SWT.

Namun ajakan tidak selalu mulus. Tak jarang kebaikan berbalas keburukan, bahkan penentangan dan berujung pembunuhan. Inilah resiko kebenaran. Tidak setiap orang siap menjawab seruan fitrahnya dan memenuhi panggilan nuraninya. Ketika nafsu menjadi selimut diri, ajakan suci nurani hanya sepoi angin lalu.

Bahkan banyak nabi berdakwah puluhan bahkan ratusan tahun, namun hasilnya hanya segelintir pengikut. Bahkan tak jarang pula murid terkasih menjadi pentolan pengkhianat.

Al Quran menyebutkan, para nabi kerap berputus asa karena sikap kurang ajar umatnya. Semua cara ditempuh dalam mengajak umat, namun pembangkangan demi pembangkanganlah yang mereka terima.

Nabi Nuh as berdakwan ratusan tahun — sejarah menyebutnya 950 tahun — namun hanya sedikit orang yang memenuhi seruannya. Hanya sedikit orang yang menaiki perahu Nuh kala banjir bandang melanda. Bahkan anaknya sekalipun tidak mau mengikuti ajakan sang ayah.

“Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.” QS. Hud :36

Bahkan orang-orang kafir itu senantiasa membangkang ajakan kebenaran para nabi, dan selalu berburuk sangka dengan utusan- utusan Allah itu. Seperti masyarakat Jahiliyah Makkah yang mengakui kejujuran dan kebijaksanaan Rasulullah Saw, namun saat diajak untuk menyembah Allah dan mengakui bahwa Nabi adalah utusan Allah, maka kepercayaan itu pun seketika hilang. Mereka menganggap Nabi Muhammad seorang pendusta.

“Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti Kami, dan Kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara Kami yang lekas percaya saja, dan Kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas Kami, bahkan Kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. QS. Hud: 27

Namun di tengah keputusasaan dan pembangkangan umat itu, para nabi selalu yakin dengan pertolongan Allah. Sebab kemenangan bukan banyak sedikitnya umat yang berhasil mereka ajak dalam kebenaran, namun sejauh mana tugas mereka maksimal dilaksanakan. Ketika ajakan sudah dilaksanakan, semua cara sudah ditempuh, selesai sudah kewajiban di pundak para nabi. Selebihnya, Allah lah pemberi hidayah sesungguhnya.

Inilah yang harus menjadi dasar kita di jaman ini dalam mengajak orang menuju kebenaran, apalagi di bumi pertiwi yang majemuk dan plural ini. Tidak memaksa apalagi mendoktrin orang untuk meyakini apa yang kita yakini. Apalagi memaksa menjadikan orang sekeyakinan dengan kita.

Tugas setiap orang sebatas mengajak tanpa memaksa. Menyeru dengan perilaku dan akhlak baik. Memberi tahu dengan sopan tanpa tendensi menggurui. Karena sejatinya manusia cenderung kepada kebaikan dan kebenaran. Tapi kebenaran yang disampaikan dengan cara salah kaprah berujung salah arah.

Jalan inilah yang ditempuh para pendakwah Islam di Nusantara. Islam menyatu dengan masyarakat tanpa peperangan dan pemaksaan di seluruh penjuru. Jauh sebelum para wali, Islam disampaikan dengan santun, di jaman para wali dengan akulturasi budaya, dan ulama setelahnya tidak memisahkan Islam dari kearifan lokal.

Yakinlah dengan pertolonganNya, Dia tidak pernah membiarkan hamba-hambaNya sendiri tanpa bantuan.

“Sehingga apabila Para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada Para Rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.” QS. Yusuf: 110.

MA/Islam Indonesia/gambar: http://www.catatan-bahtiar.my.id/

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *