Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 16 December 2018

Syair Sa’di Shirazi di Gedung PBB


Syair Sadi Shirazi di gedung PBB 2

islamindonesia.id – Syair Sa’di Shirazi di Gedung PBB

 

Abu Muhammad Mushrifuddin Muslih bin Abdullah bin Mushrifi Shirazi, yang juga mengacu kepada nama Sheikh Sa’di atau Sa’di Shirazi (Sa’di dari Shiraz), atau lebih dikenal dengan nama pena Sa’di (Saadi) adalah seorang penyair, penulis prosa, dan pemikir Persia. Dia dilahirkan di Shiraz antara tahun 1184-1210 dan meninggal antara tahun 1291 atau 1292.

Sa’di dikenal dunia melalui dua karya besarnya yang berjudul Bustan (Kebun Buah) tahun 1257 dan Gulistan (Taman Mawar) tahun 1258. Meskipun Sa’di dikenal sebagai seorang penyair, dia juga dipertimbangkan sebagai seorang Sufi. Oleh karena itu, N. Hanif, dalam bukunya yang berjudul Biographical Encyclopaedia of Sufis: Central Asia and Middle East, memasukan nama Sa’di sebagai salah seorang Sufi.

Setelah selesai menuliskan Gulistan, pada tahun 1258, Sa’di undur diri dan berita tentang karyanya tidak terdengar lagi. Dia adalah seorang humanis Muslim klasik, meskipun setelahnya ada lagi penulis-penulis Persia lainnya seperti Omar Khayyam dan Khwāja Shams-ud-Dīn Muḥammad Ḥāfeẓ-e Shīrāzī (atau lebih dikenal dengan nama Hafiz), namun Sa’di adalah orang bijak pertama dari Persia yang diakui di dunia Barat.

Dunia menghormati Sa’di hari ini dengan menghiasi pintu masuk ke aula di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, dengan puisi Sa’di tentang simpati kepada sesama manusia.

Puisi yang berjudul “Anak-anak Adam” tersebut sempat dikutip oleh Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44, ketika mengucapkan selamat tahun baru Persia (Nowruz) kepada pemimpin dan masyarakat Iran pada tahun 2009, “Anak-anak Adam adalah bagian tubuh satu sama lain, yang telah diciptakan dari satu esensi,” kata Obama. Berikut ini adalah bunyi lengkap puisi Sa’di yang terpampang di gedung PBB:

“Anak-anak Adam adalah bagian tubuh satu sama lain,

yang telah diciptakan dari satu esensi.

Ketika malapetaka menimpa satu bagian tubuh,

bagian tubuh yang lain turut merasakannya.

Jika engkau tidak bersimpati dengan penderitaan orang lain,

engkau tidak layak disebut manusia.”

Syair Sa’di Shirazi di Pintu Masuk Gedung PBB. Photo: ifpnews

Syair Sa’di Shirazi di Pintu Masuk Gedung PBB. Photo: ifpnews

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *