Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 11 August 2015

KISAH – Tikaman Cinta Dunia


Light-through-tree

Sekitar tahun 290 H/ 903 M, hidup seorang pengembara spritual bernama Ibrahim Al Khawwas. Meskipun lebih sering menetap di Ray, salah satu provinsi di Iran, Ibrahim tidak jarang berziarah ke Makkah. 

Suatu hari, sufi yang kerap disapa Abu Ishaq ini, melakukan perjalanan di gunung Al Likam. Gunung ini menghadap kota tua di sisi timur sungai Orontes, Antakya, Turki.

Di tengah jalanan, Ibrahim melihat pohon delima yang membuatnya tergiur. Dia pun mengambil salah satu buahnya dan memakannya. Karena terasa asam, dia meninggalkan buah itu dan melanjutkan perjalanannya. 

Tidak lama kemudian dia melihat seorang laki-laki yang berbaring di atas tanah. Tubuhnya bermandikan banyak serangga penyengat. 

Ibrahim mendekati laki-laki itu dan menyapanya.

“Assalamu ‘alaika.”

“Wa’alaikassalam, wahai Ibrahim,” jawab laki-laki itu.

“Bagaimana Anda mengetahui namaku?” Ibrahim terheran-heran.

“Bagi orang yang mengenal Allah, maka tiada satu pun yang tersembunyi darinya.”

“Menurutku Allah telah mengaruniakan Anda derajat spiritual yang tinggi di sisi-Nya. Namun, mengapa Anda tidak meminta kepada-Nya perlindungan dari serangga-serangga penyengat itu?” Ibrahim kembali bertanya.

Laki-laki itu bertanya balik. “Aku pun berpikir demikian, Allah telah mengaruniakan derajat spiritual yang tinggi kepada Anda. Tapi, mengapa Anda tidak meminta kepada Allah perlidungan dari keinginan makan buah delima?” 

Belum sempat Ibrahim menanggapi, laki-laki itu berkata lagi, “Sebab sesungguhnya sengatan buah delima itu akan tetap terasa perihnya hingga di akhirat. Adapun sengatan serangga-serangga ini hanya dirasakan di dunia”

Setelah mendengar jawaban laki-laki itu, Ibrahim pergi meninggalkannya dan melanjutkan perjalanannya.

Sebagai penutup kisah, Muhammad bin Ali Al Baqir berpesan, “Luka yang disebabkan tikaman dua serigala buas, yang satu menyerang dari depan dan yang lain dari belakang, pada sekelompok kambing tanpa penggembala, tidak lebih cepat merusak dibandingkan dengan luka yang disebabkan oleh tikaman cinta dunia terhadap iman seorang Mukmin.”

 

Edy/ Islam Indonesia/ Foto: suficentereast.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *