Satu Islam Untuk Semua

Friday, 14 August 2015

KISAH – Kebijakan Tolak Jabatan


kursi-panas

Khalifah Dinasti Abbasiyah, Harun al-Rasyid, bermaksud mengangkat seorang hakim di Baghdad. Dia pun bermusyawarah dengan para menterinya.

Mereka serempak berkata, “Untuk mengemban tugas ini, tak ada yang layak selain Buhlul.”

Harun pun memanggil Buhlul, kemudian meminta kesediaannya.

“Saya tak memiliki kelayakan mengemban tugas ini,” kata Buhlul dama sekali tak menunjukkan ketertarikan.

Harun mendesak. “Aku sudah bermusyawarah dengan orang-orang yang mumpuni di kerajaan. Mereka berkeyakinan tak seorang pun layak menduduki posisi ini selain kau.”

Buhlul menimpali, “Saya lebih mengenal dan mengetahui kondisi pribadi saya ketimbang kalian, baik ucapan saya ini jujur ataupun bohong. Jika jujur, maka seseorang yang tak memiliki kelayakan tak sepatutnya menduduki posisi itu. Dan jika bohong, maka seorang pembohong tak layak mengemban tugas itu.”

Tapi Harun tetap memaksanya.

Akhirnya, Buhlul minta waktu berpilir saru hari.

Esok harinya, dia bersikap seakan-akan gila, dengan menunggangi sebatang kayu dan berlari mengelilingi pasar Baghdad seraya berteriak, “Minggir, minggir, nanti kalian ditendang kudaku!”

Orang-orang berkata, “Buhlul telah gila!” Dan berita ini pun sampai ke telinga Harun.

Ketika orang-orang mengatakan bahwa Buhlul gila, Harun menjawab, “Aku tahu, Buhlul sesungguhnya tidak gila, tetapi dia menjaga agamanya dengan bersikap semacam itu. Dia hendak menghindar dari kita, agar dia tak ikut campur dalam mengadili masyarakat.”

Khalifah Harun pun tak memaksa Buhlul untuk menjadi hakim di Baghdad.

 

Zainab/Islam Indonesia Foto: harianpilar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *