Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 10 April 2016

KISAH-Kasar Bertemu Lembut


iran-28-8-2015

Suatu hari, Zaid bin Sa’na, seorang Yahudi, datang menemui Rasulullah Saw untuk menagih hutangnya beberapa hari sebelum jatuh tempo. Dengan muka garang ditariknya baju dan jubah Rasul Saw sambil berkata, ” Wahai Muhammad, apakah engkau tak ingin membayar hutangmu? Dari pergaulanku dengan keluarga besar Abdul Muththalib kakekmu, tidak pernah aku tahu kecuali mereka selalu membayar hutangnya tepat waktu.”

Menyaksikan tingkah si Yahudi yang kasar, wajah Sayidina Umar bin Khattab yang berada di samping Nabi memerah, matanya terbelalak dan berkata, “Wahai musuh Allah, melihat perlakuanmu yang kasar kepada Rasul Allah, demi Allah yang telah mewahyukan kebenaran kepada Muhammad, bila aku tak takut berdosa, akan kutebas kepalamu dengan pedangku ini sekarang juga.”

Rasul Saw segera menoleh ke arah sahabatnya dengan wajah sejuk, penuh sabar dan bersabda, “Hai Umar, aku dan dia masih ada keperluan lain. Alangkah baiknya bila engkau menyeru kepadaku untuk melunasi hutangku dengan baik, dan menyeru kepadanya untuk menagih hutangnya dengan santun. Pergilah hai Umar bersamanya, bayarkan semua hutangku, dan tambahkan dua puluh pikul kurma atas sikapmu yang mengancam tadi.”

Setelah perintah Rasul Saw dilaksanakan oleh Sayidina Umar, sang Yahudi yang terheran-heran bertanya, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa aku?” Sayidina Umar menjawab tidak.

“Aku adalah seorang Rabbi Yahudi,” kata Zaid.

“Rabbi?” tanya Sayidina Umar. “Lalu mengapa kau perlakukan Nabiku dengan sangat kasar?”

“Wahai Umar, tidak ada satu tanda kenabian pun yang tak kudapati di wajah Muhammad kecuali dua hal yang belum kuketahui sampai hari ini. Kesabarannya mengatasi kemarahan, dan kemarahan yang ditimpakan kepadanya justru menguatkan kesabarannya. Sekarang telah kusaksikan semuanya, dan dengan ini aku menyatakan Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai utusan Allah. Saksikan pula wahai Umar, hari ini kuserahkan separuh dari seluruh hartaku yang banyak untuk Muhammad dan para pengikuitnya.” []

 

Tom/IslamIndonesia/Sumber: Al-Mu’jam al-Kabir oleh al-Tabarani 5/222-3 No. 5147 dan  al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *