Satu Islam Untuk Semua

Friday, 05 June 2015

KISAH – Inti Perjalanan Ilahi


urban-explore-10.jpg

Suatu malam ketika Malaikat Jibril sedang berada di Sidrat Muntaha, ia mendengar Tuhan mengijabah permohonan seorang hamba. Jibril pun membatin, “Seorang hamba Allah pada saat ini menyeru Yang Abadi. Tepi siapa gerangan dia? Aku hanya tahu bahwa dia tentulah besar kebajikannya, bahwa jasad nafsunya telah mati dan bahwa jiwanya telah hidup.”

Maka bergegaslah Jibril berangkat mencari makhluk fana yang berbahagia itu. Namun, setelah ia memeriksa benua demi benua dan jutaan pulau di dunia, gunung-gunung yang tinggi maupun tanah datar yang tak berujung, dia tak pula menemukan orang itu. Maka kembalilah ia kepada Tuhan dan mendengar lagi ijabah-Nya yang penuh berkah atas doa hamba tersebut.

Sekali lagi Jibril terbang melintasi darat dan laut, menyelidiki tiap jengkal dari jagat luas ini. Tetapi akhirnya ia menyerah dan terpaksa bertanya, “O Tuhanku, jalan mana yang akan membawa hamba ke tempat abdi Tuan itu?”

Tuhan berfirman, “Pergilah ke negeri Rum dan di sebuah biara Nasrani akan kaudapati hamba itu.”

Jibril pun terbang ke biara itu dan di sana dia melihat sang penerima karunia langit itu sedang bersujud di depan sebuah arca.

“Oh Penguasa langit dan dunia,” seru Jibril, “Singkapkan kiranya tabir rahasia ini. Bagaimana mungkin Tuan mengabulkan doa pemuja arca di biara ini?”

Tuhan bersabda, “Hati orang itu ada dalam kegelapan. Ia tak sadar bahwa dirinya tersesat. Karena ia tersesat dalam ketidaktahuan, maka Kemurahan-Ku yang penuh kasih mengampuninya dan Aku membukakan jalan baginya ke tingkat yang luhur.” Kemudian Yang Maha Tinggi menggerakkan lidah orang itu sehingga ia dapat mengucapkan nama Tuhan dan mempersaksikan kebenaran.

Moral cerita: Janganlah orang melalaikan hal yang paling kecil. Penyerahan diri adalah inti perjalanan mendekati-Nya.

MH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *