Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 30 December 2015

KISAH – Cinta Rasul Bukan Cinta Biasa


I love Nabi Muhammad-shiqin sunshine

Suatu hari, seorang perempuan bergegas ke masjid demi mendengar sabda-sabda yang disampaikan Rasulullah Muhammad saw. Di tengah jalan, ia berpapasan pada suaminya.

“Akan kemana engkau?” tanya sang suami.

“Menjumpai Rasulullah,” jawab istrinya

“Apakah engkau mencintainya?” tanya suaminya sinis.

“Tentu, dengan sepenuh hatiku,” jawab istrinya dengan tulus.

Suaminya pun terbakar api cemburu. Dengan memegang dagu istrinya, ia berkata dengan marah, “apakah engkau akan membuka cadar dan kehormatan untuknya?”

Istrinya tak menjawab dan meninggalkan suaminya sambil bergumam, “mengapa manusia hanya pandai mengatakan cinta yang semuanya tak berguna, tanpa nilai. Manusia hanya bergelut dalam cinta harta, birahi dan dunia namun lupa akan cintanya pada Allah dan Rasul-Nya.”

Tidak terima dengan prilaku istrinya, ia mendatangi Rasulullah dengan penuh kesal. Setelah mendengar apa yang terjadi, ayah Fatimah Azzahra itu berkata pada pria itu, “nyalakanlah tungku.”

Sang Rasul kemudian melanjutkan, “kemudian perintahkan istrimu untuk duduk di tungku itu atas perintahku.”

Penasaran dengan apa yang akan terjadi, pria itu kembali ke rumahnya dan mengambil api untuk menyalakan tungku. Setelah kobaran api menyala, ia memanggil istrinya dan menyuruh istrinya duduk di atas kobaran api itu.

Sang istri menolak. Lalu suaminya mengatakan ini adalah perintah Rasulullah Saw. Mendengar nama mulia itu, perempuan itu pun seketika merubah keputusannya dan menjalankan apa yang diperintahkan Nabi sambil berkata, “demi cintaku dan hormatku pada Rasulullah.”

Tanpa berpikir panjang, ia pun masuk ke dalam tungku dan duduk di atas api yang sedang berkobar. Sang suami sontak terkejut dan langsung berlari ke tempat Rasulullah menceritakan peristiwa aneh yang baru saja ia saksikan. Namun dengan izin Allah, api itu tidak membakar istrinya.

“Kembalilah dan lihatlah keadannya,” kata Muhammad.

Dengan cepat, pria itu kembali ke rumah. Sesampai di dalam rumah, ia menemukan istrinya masih dalam posisi semula namun tak sedikitpun tubuhnya terbakar oleh api. Peristiwa mencengangkan itu membuat ia merenung dan menyadari mengapa istrinya begitu cinta dan patuh pada sosok manusia pilihan Tuhan itu. Kecintaan dan kepatuhan pada Rasulullah membuat setiap orang semakin dekat pada Tuhan Yang Mahakuasa. Ia pun mengajak istrinya bertemu Rasulullah untuk mengakui kesalahannya.[]

 

Edy/ ksh/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *