Satu Islam Untuk Semua

Monday, 10 October 2016

TOKOH—Mengenal Sosok RM Sosrokartono: De Javanese Prins, Si Jenius dari Timur


mengenal-sosok-rm-sosrokartono-kakak-ra-kartini-de-javanese-prins-dan-si-jenius-dari-timur

IslamIndonesia.id—Mengenal Sosok RM Sosrokartono: De Javanese Prins, Si Jenius dari Timur

 

Berbeda dengan RA Kartini yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan tertera namanya di banyak lembar buku-buku sejarah, tidak demikian halnya dengan kakak pertamanya yang bernama RM Sosrokartono.

Tak banyak orang yang mengenal Sosrokartono. Padahal dia merupakan salah seorang intelektual yang disegani di Eropa pada tahun 1900-an bahkan kerap dipanggil dengan sebutan De Javanese Prins, Pangeran dari Tanah Jawa atau Si Jenius dari Timur.

RM Sosrokartono memiliki banyak kelebihan spiritual dan mampu menyatukan antara ilmu kebatinan dan ajaran spiritual dengan ilmu modern.

Bukan hanya itu, Sosrokartono juga merupakan seorang poliglot, atau ahli yang menguasai banyak bahasa. Ia menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku di Nusantara. Kemampuan berbahasanya ini ditunjang oleh pendidikannya di jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur di Leiden. Ia merupakan mahasiswa pertama asal Nusantara.

Saat Perang Dunia I, ia menjadi wartawan dari The New York Herald Tribune, dengan gaji 1250 Dollar, yang bisa dikatakan cukup mewah untuk ukuran saat itu.

Setelah berkelana di Eropa selama 29 tahun, ia pulang ke Jawa, ikut dalam gerakan Kebangkitan Nasional bersama Soekarno, bahkan dianggap sebagai guru sang Proklamator ini.

Rasa nasionalismenya dapat dilacak dalam pidato berjudul Het Nederlandsch in Indie (Bahasa Belanda di Indonesia), pada sebuah konferensi di Nederland, Kartono antara lain mengungkapkan, “Dengan tegas saya menyatakan diri saya sebagai musuh dari siapa pun yang akan membikin kita (Hindia Belanda) menjadi bangsa Eropa atau setengah Eropa dan akan menginjak-injak tradisi serta adat kebiasaan kita yang luhur lagi suci. Selama matahari dan rembulan bersinar, mereka akan saya tantang!”

Setelah kembali ke Jawa, ia banyak menjalani tirakat, berpuasa dan tidak tidur selama berhari-hari, biasanya sampai 40 hari lebih. Dengan kemampuan spiritualnya, ia membuka rumah pengobatan di Bandung. Hanya dengan air putih, dan rajah bertuliskan Alif, banyak orang disembuhkan dari penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh para dokter.

Pada hari Jumat Pahing, 8 Februari 1952 di rumah Jl. Pungkur No 19 Bandung, Sosrokartono kembali kepada Sang Pencipta dengan tenang, tenteram tanpa meninggalkan istri dan anak. Ia dimakamkan di Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Di sebelah kiri makam Kartono terdapat makam ibunya Nyai Ngasirah dan bapaknya RMA Sosroningrat.

Salah satu prinsip yang dipegang teguh, dan dipahat di nisannya adalah “sugih tanpa banda/ digdaya tanpa aji / nglurug tanpa bala / menang tanpa ngasorake” (kaya tanpa harta/ sakti tanpa azimat/menyerbu tanpa pasukan/menang tanpa merendahkan yang dikalahkan).

Sementara di nisan sebelah kanan tercantum kalimat, Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap keadaan yang telah terjadi), suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat jahat, tidak perlu takut), langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap tenang, tidak kenal duka maupun suka), anteng manteng sugeng jeneng (diam sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).

Itulah sosok RM Sosrokartono, Pangeran asal Jawa yang pada masanya telah ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah Dunia.

Dialah intelektual brilian dan si jenius asli Nusantara yang mampu mengawinkan ilmu pengetahuan modern dan ajaran spiritual Islam serta nilai-nilai luhur kearifan lokal manusia Jawa.

Selain dari RA Kartini sang adik, mungkin ada baiknya generasi muda kita saat ini mesti juga banyak belajar dari RM Sosrokartono melalui upaya pelacakan lebih jauh karya-karya yang pernah dihasilkannya, atau setidaknya dengan merenungi makna mendalam yang terkandung dalam prinsip hidup adiluhung yang terukir indah di kanan-kiri batu nisannya.[]

 

EH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *