Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 12 July 2015

Fatimah Al-Fihri, Muslimah  Pendiri Universitas Pertama di Dunia


fatimah

Universitas menjadi pusat kajian ilmu yang cukup berpengaruh. Dari sinilah mulanya ilmu berkembang dan  tercetak generasi dengan profesi beragam. Tapi siapa sangka, seorang wanitalah yang berada di balik pembangunan universitas pertama di dunia. Dialah Fatimah Al-Fihri, Muslimah asal Tunisia, yang mendirikan masjid yang dinobatkan sebagai universitas tertua di dunia di Tunisia.

Pada awal abad ke-9, Fatimah beserta keluarganya hijrah dari Qayrawan, atau lebih dikenal saat ini dengan Tunisia, ke kota Fez di Maroko. Fez kala itu terkenal dengan kota metropolitan dengan penduduk  “Muslim Barat” (dikenal dengan sebutan al-Maghrib). 

Menjadi salah satu kota muslim yang paling berpengaruh,  Fes menunjukkan kombinasi kekayaaan dan kemakmuran antara agama, kebudayaan tradisional dan kosmopolitan. Keluarga Fatimah menjalani hidup sehari-hari di tepi sungai Fez, disinilah cikal bakal ilmuwan tersohor Islam bermunculan.

Di kota Fes inilah Fatimah dan keluarga sukses berdagang dan menjadi pebisnis ternama. Sepeninggal ayahnya, almarhum Mohammad bin Abdullah Al-Fihr, dan suami dalam rentan waktu yang singkat, Fatimah dan satu-satunya saudara perempuanya, Mariam, memperoleh warisan yang banyak. Agar harta warisan orangtuanya bermanfaat dan pahalanya tetap mengalir, Fatima memutuskan membangun masjid Al Qarawiyyin, sementara Mariam membangun masjid Al-Andalus. 

Masjid Al Qarawiyyin berkembang menjadi sebuah universitas yang menjadi pusat penting pendidikan dan salah satu universitas pertama di dunia.

Selama awal proses pembangunan masjid pada Ramadan 245 H/859 M hingga rampung dalam waktu dua tahun, konon wanita yang dijuluki ‘Ummu Al- Banine’ (ibu dari anak-anak) ini bersumpah untuk menjalankan puasa setiap hari. Dia juga mengawasi langsung secara rinci proses pembangunan mesjid serta menanggung seluruh ongkosnya. 

Al-Qarawiyyin kemudian menjadi salah satu tujuan sarjana dan cendikiawan Muslim dari Maroko, Jazirah Arab dan bahkan Eropa dan Asia. Kajian ilmu sering dilakukan disana. Dalam waktu singkat, bahkan Fes mampu bersanding dengan pusat ilmu tersohor pada masa itu, yakni Cordova. Data sejarah menyebut sistem pendidikan formal berlangsung di Masjid al- Qarawiyyin pada masa al-Murini.

Dari universitas ini, lahir sosok pemikir dan ilmuwan muslim terkemuka yaitu  Abu Abullah Al-Sati, Abu Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti (wafat 1321 M), Ibnu Al-Haj Al-Fasi (wafat 1336 M) , Abu Madhab Al-Fas. Juga ilmuwan muslim yang menjadi pengajar di universitas ini antara lain  Ibn Al-‘Arabi (1165-1240), Ibnu Khaldun (1332-1395), Ibnu Al-Khatib, Alpetragius, Al-Bitruji, dan Ibnu Harazim.###

Ami/ Islam Indonesia. Foto: Geni.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *