Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 03 March 2016

‘Aidh Al-Qarni dan Karya Monumental dari dalam Penjara


wp-1456961244743.jpg

Menjadi target penembakan usai memberikan ceramah di Filipina Selatan, Selasa (1/3), nama Syekh Dr. ‘Aidh Al-Qarni kembali ramai diberitakan. Belum jelas apa motif dari penembakan terhadap ulama Arab Saudi pengarang buku fenomenal “Laa Tahzan” itu. Beberapa laporan menyebutkan, saat ini Al-Qarni sedang dirawat di rumah sakit akibat luka tembakan.

Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi yang berani menyuarakan kebenaran. Keberaniannya menyuarakan kebenaran ini sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud. Ia mendekam dalam penjara selama 10 bulan pada 1996. Kesalahannya saat itu, ia bersama beberapa orang ulama muda Saudi lainnya berani berteriak lantang menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud. Sikap para ulama ini ditunjukkan melalui bait-bait syair yang mereka terbitkan.

Ia kemudian terinspirasi untuk memberikan solusi pada orang-orang yang tertimpa masalah tersebut melalui tulisan. Berawal dari sinilah tercipta karyanya yang fenomenal, Laa Tahzan.

Lembar demi lembar tulisan pun menjadi bukti ketekunannya dalam menjalankan hari-harinya di penjara. Laa Tahzan yang sudah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia ini telah diterbitkan oleh puluhan penerbit dan mencapai angka penjualan fantastis. Di negara asal penulisnya, Arab Saudi, hingga triwulan pertama tahun 2006, buku itu sudah dicetak kurang lebih 1,5 juta eksemplar. Di Indonesia, buku ini juga sempat menjadi buku terlaris.

Tidak hanya itu, masih banyak karya lain Al-Qarni, seperti; Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Sumber Inspirasi Orang Saleh, 40 Hadits Qudsi dan Zikir, Membangun Rumah dengan Taqwa, Cahaya Pencerahan, Cahaya Zaman, Jangan Takut Hadapi Hidup, Demi Masa, Beginilah Waktu Mengajari Kita, Nikmatnya Hidangan Alqur’an, dan Manusia Langit Manusia Bumi.

Aktivitas Al-Qarni boleh dibilang tidak jauh dari kegiatan membaca dan menulis. Bahkan, ketika mendekam dalam penjara, dua aktivitas inilah yang membuatnya sibuk. Ia hafal Alqur’an dan kitab Bulughul Maram serta 5.000 hadits, dan lebih dari 10.000 bait syair Arab kuno hingga modern pada usia 23 tahun. Kecerdasannya itu mengantarkan Al-Qarni sebagai penulis produktif dan penceramah populer.[]

Malik/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *