Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 17 August 2017

Tujuh Fakta Tersembunyi di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Tujuh Fakta Tersembunyi di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

islamindonesia.id – Tujuh Fakta Tersembunyi di Balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

 

“Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati’!”

Itulah kalimat yang disampaikan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno terkait upaya merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah, hingga akhirnya 17 Agustus menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena pada tanggal tersebut Indonesia berhasil merdeka dari penjajahan selama ratusan tahun, sekaligus sebagai pertanda awal revolusi Indonesia. Semua itu tidak lepas dari perjuangan para pahlawan bangsa yang berjuang untuk menjadikan Indonesia merdeka.

Sejak 1945 hingga tahun ini, terhitung 72 tahun sudah Indonesia merdeka. Namun, tahukah Anda bahwa di balik proklamasi kemerdekaan Indonesia itu ternyata tersimpan fakta yang mungkin belum banyak orang ketahui? Apa saja? Berikut tujuh fakta di antaranya.

  1. Alasan 17 Agustus dipilih sebagai Hari Proklamasi Indonesia

Soekarno mengatakan angka 17 adalah angka yang suci karena tanggal 17 merupakan tanggal Al-Quran diturunkan. Selain itu, orang Islam juga melaksanakan shalat 17 rakaat. Alasan Soekarno mengambil 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia tersebut disampaikan kepada Sukarni pada saat dirinya sedang diculik para pemuda di bawah pimpinan Sukarni ke Rengasdengklok, Krawang.

Di dalam buku Samudera Merah Putih jilid satu karya Lasmidjah Hardi juga dijelaskan bahwa entah kebetulan atau apa, pada tanggal 17 Agustus 1945 tersebut merupakan bulan suci Ramadhan dan juga jatuh pada hari Jumat yang diyakini sebagai hari baik, berbahagia dan juga suci sehingga Soekarno mengambil tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia.

  1. Soekarno sakit saat memproklamasikan kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 saat dibangunkan pada pagi hari tepatnya dua jam sebelum pembacaan teks proklamsi pukul 08.00 WIB, Soekarno mengeluhkan badannya yang sakit. Ia kemudian disuntik oleh Dr. Soeharto, dokter pribadinya dan meminum obat. Kemudian Soekarno tidur dan bangun pada pukul 09.00 WIB, tepat satu jam sebelum upacara berlangsung. Tepat pukul 10.00, bersama Mohammad Hatta dia proklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. Usai pembacaan proklamasi, Soekarno pun kembali ke kamar untuk istirahat.

  1. Lima Proklamator

Naskah proklamasi ternyata tak hanya disusun oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, tetapi juga dibantu oleh Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarni di rumah Laksamana Maeda. Bung Hatta meminta mereka yang hadir pada rapat penyusunan naskah proklamasi juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut. Namun, usulannya ditolak oleh Soekarni. Akhirnya Soekarno dan Mohammad Hatta saja yang menandatangani.

  1. Bendera Merah Putih terbuat dari kain sprei dan kain tukang soto

Pembaca mungkin berpikir bahwa bendera merah putih terbuat dari bahan yang bagus dan mewah, ternyata semua itu salah besar. Sehari sebelum Upacara Kemerdekaan RI, sebenarnya Fatmawati yang merupakan istri Soekarno telah menjahit bendera merah putih. Sayangnya bendera berukuran 50 cm itu dianggap terlalu kecil. Fatmawati pun membongkar lemarinya dan menemukan kain sprei putih tetapi ia tidak menemukan kain merah. Akhirnya Fatmawati meminta tolong kepada seorang pemuda bernama Lukas Kstaryo untuk mencari kain merah dan akhirnya dia menemukan kain milik penjual soto lalu membeli kain tersebut. Kemudian Fatmawati menjahit bendera tersebut dengan ukuran 276 x 200 cm.

  1. Upacara Proklamasi sangat sederhana

Tidak seperti perayaan zaman sekarang, ternyata upacara Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung sangat sederhana. Tanpa korps musik, tak ada protokol, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun terbuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Bahkan katanya, katrol tiang bendera dibuat dari gelas bekas sahur Mohammad Hatta. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral dalam penantian panjang bangsa indonesia selama 300 tahun.

  1. Naskah asli Proklamasi ditemukan di tempat sampah

Tahukah Anda, naskah proklamasi yang asli ternyata tidak ada di tangan pemerintah? Naskah itu ditemukan seorang wartawan bernama B.M. Diah di tempat sampah. Tenyata usai upacara Proklamasi Kemerdekaan RI naskah itu tertiup angin dan akhirnya terbuang di tempat sampah. Beruntungnya, B.M. Diah menemukan naskahnya. Wartawan ini baru menyerahkan naskah tersebut kepada Presiden Soeharto pada 29 Mei 1992 setelah disimpan selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

  1. Negatif film foto detik-detik Proklamasi disembunyikan di bawah pohon 

Frans Mendoer, seorang fotografer yang mengabadikan momen detik-detik Proklamasi ternyata menyembunyikan negatif foto di bawah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Frans diketahui didatangi oleh para tentara Jepang yang ingin merampas negatif foto tersebut. Tetapi Frans justru berbohong kepada mereka dan mengatakan bahwa dia sudah tidak mempunyai negatif foto tersebut dan sudah menyerahkannya kepada barisan promotor.

Berkat kecerdikannya ini, akhirnya kita bisa melihat foto detik-detik bersejarah kebangsaan Indonesia sampai sekarang.

Nah, itulah fakta-fakta yang tersembunyi di balik Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sungguh perjuangan yang luar biasa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *