Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 28 September 2017

Reruntuhan Kota Sodom yang Disebutkan dalam Al-Quran Ditemukan di Yordania


Reruntuhan Kota Sodom yang Disebutkan dalam Al-Quran Ditemukan di Yordania

islamindonesia.id – Reruntuhan Kota Sodom yang Disebutkan dalam Al-Quran Ditemukan di Yordania

 

Kota kuno Sodom yang pernah disebut dalam Alkitab dan Al-Quran telah ditemukan oleh sekelompok arkeolog di Yordania. Penggalian yang dilakukan di negara Timur Tengah itu menemukan berbagai reruntuhan kota yang menurut kitab suci telah dimusnahkan oleh Tuhan.

Dilansir oleh DailyMail, para ahli yang melakukan penggalian di situs Tall el-Hammam mengatakan mereka menemukan berbagai alat dari Zaman Perunggu yang cocok dengan “kriteria kota Sodom” yang menurut kitab suci dihancurkan menggunakan hujan belerang dan api.

Menurut Kitab Kejadian, Tuhan menghukum Sodom dan kota sebelahnya Gomorrah dengan api dan belerang karena kelakuan penduduknya yang bejat.

Nama kedua kota itu kemudian menjadi pameo untuk menunjukkan dosa dan perbuatan tak bermoral.

Steven Collins dan timnya dari Tall el-Hammam Excavation Project telah menggali situs yang luas selama satu dekade dan mereka telah menemukan berbagai bukti berbentuk bangunan mewah.

Kepada Popular Archaeology, Collins mengatakan,”Saya menyimpulkan bahwa jika ada orang yang ingin menemukan Sodom, mereka harus mencari kota terbesar di bagian timur Kikkar yang masih ada sampai Jaman Perunggu Pertengahan, zaman hidupnya Abraham dan Lot.”

“Ketika kami menjelajahi kawasan ini, pemilihan Tall el-Hammam sebagai situs Sodom tidak perlu diragukan lagi karena situs ini lebih besar lima sampai sepuluh kali daripada situs Zaman Perunggu lainnya di seluruh kawasan,” kata Collins kepada Sky.

Situs itu berada di lembah Jordania, dekat dengan Laut Mati.

Kota yang digali ini ternyata terdiri dari kota atas dan kota bawah, tergantung kekayaan yang dimiliki oleh para penduduknya. Banyak fitur bangunan yang diduga berasal dari Zaman Perunggu Awal dan Pertengahan, sekitar 3.500 hingga 1.540 Sebelum Masehi.

Sisa-sisa keberadaan benteng setinggi 10 meter dengan tebal lima meter, dan beberapa benteng pertahanan kemungkinan menjulang hingga 30 meter, ditemukan di situs ini.

“Situs ini membutuhkan usaha yang besar, jutaan keping batu bata dan tenaga kerja yang banyak,” kata Collins kepada Huffington Post.

“Benteng di situs ini adalah sebuah sistem pertahanan yang mengesankan dan besar untuk menjaga para penghuninya yang makmur, termasuk istana raja dan kuil-kuilnya termasuk bangunan administratif,” kata Collins.

Peninggalan kota bagian atas sering disebut pula “Istana Merah” karena batu-batu bangunannya berwarna merah yang diduga akibat terbakar.

Kehidupan di kota ini seolah tiba-tiba hancur lalu ditinggalkan, diduga karena api, atau sebuah peristiwa mirip kebakaran. Setelah peristiwa “kehancuran” seiring berakhirnya Zaman Perunggu, tempat yang diduga Kota Sodom tersebut telantar selama lebih dari 700 tahun.

Tanda-tanda kehidupan muncul kembali setelah lebih dari 700 tahun, ditandai dengan ditemukannya artefak Zaman Besi (1.000 – 332 Sebelum Masehi).

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *