Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 31 October 2018

Melacak Jejak Muslim Keturunan Jawa di Negeri Gajah Putih


Melacak Jejak Muslim Keturunan Jawa di Negeri Gajah Putih

islamindonesia.id – Melacak Jejak Muslim Keturunan Jawa di Negeri Gajah Putih

 

Data resmi menunjukkan, Bangkok memiliki 160 masjid. Di masjid-masjid inilah, Muslim di Bangkok yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 1 juta orang, beribadah.

Banyak Muslim hidup di sepanjang sungai atau kanal yang secara historis memiliki peran penting sebagai sarana transportasi, setidaknya hingga 30 tahun lalu. Masjid di bangun di sepanjang sungai karena akses yang mudah. Namun, saat ini kanal-kanal itu sudah banyak yang menghilang.

Dalam situs www. 30-days.net dijelaskan, mayoritas Muslim di Thailand hidup di bagian selatan Bangkok dan sebagian besar keturunan Melayu. Muslim di selatan terbagi atas dua kelompok besar, yaitu Muslim berbicara Melayu Pattani yang hidup di tiga provinsi paling selatan dan Muslim berbicara bahasa dengan dialek Thailand selatan.

Situs www.30- days.net menulis, selain komunitas Muslim yang terkonsentrasi di wilayah selatan Thailand, terdapat komunitas besar Muslim di Bangkok dengan jumlah yang signifikan. Komunitas Muslim di Bangkok ini memiliki latar belakang yang sangat beragam. Ada imigran dari Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, India, Myanmar, Iran, serta Cina.

Keberadaan Muslim di Bangkok telah dimulai sejak beberapa generasi lalu. Jumlah dari masing-masing komunitas berbeda-beda, tapi rata-rata sebanyak 150-200 kepala keluarga. Komunitas-komunitas ini sudah membangun masjid sendiri juga sekolah Islam serta memelihara kehidupan sosial dan menjaga kehalalan makanan yang mereka konsumsi.

Muslim di Bangkok cenderung tidak pindah ke wilayah permukiman Buddha. Namun, di beberapa wilayah Bangkok, Muslim hidup membaur dengan non-Muslim. Bahasa Thai adalah satu-satunya bahasa yang digunakan para Muslim di Bangkok.

Tapi, di beberapa wilayah tertentu, bahasa Melayu juga digunakan. Sedangkan siaran Muslim di radio menggunakan pengantar bahasa Arab dan terkadang menggunakan bahasa Melayu.

Selain komunitas Muslim yang berasal dari berbagai negara tadi, ternyata ada pula komunitas Muslim keturunan Jawa. Mereka, seperti dilansir laman thailand.prd.go.th, pertama kali datang ke Bangkok pada masa pemerintahan Raja Chulalong korn di pertengahan abad ke-19. Sejarah mencatat, orang-orang Jawa ini datang ke Thailand, termasuk Bangkok, dengan alasan ekonomi.

Selama Perang Dunia II, banyak pula orang Jawa yang tiba di negeri ini. Mereka adalah tahanan Jepang dari Jawa yang dibawa ke Thailand untuk bekerja membangun rel kereta api. Rel ini menghubungkan Thailand dan Myanmar. Setelah Jepang kalah perang, tahanan yang masih hidup lebih memilih menetap di Thailand ketimbang kembali ke Tanah Air.

Runutan sejarah ini menjadi jawaban mengapa banyak Muslim keturunan Jawa yang menetap di Bangkok, saat ini. Jumlah mereka cukup lumayan, yakni kedua terbanyak setelah Muslim keturunan Melayu.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *