Satu Islam Untuk Semua

Friday, 21 October 2016

Ramalan Akhir Zaman (5), Tengku Syiah Kuala: Rakyat Marah Bangkit Kalahkan Kuning dan Merah


ramalan-tengku-syiah-kuala

IslamIndonesia.id — Ramalan Akhir Zaman (5), Tengku Syiah Kuala: Rakyat Marah Bangkit Kalahkan Kuning dan Merah

 

Banyak orang yang meyakini bahwa ramalan Tengku Syiah Kuala di Aceh ada benarnya. Nah, bagaimana sebenarnya isi dari ramalan Tengku Syiah Kuala tersebut?

Konon, Syekh Abdul Rauf Syiah Kuala dan Sultan Iskandar Muda pernah mendapatkan wasiat dari Nabi Khidir as saat berada di istana Kutaraja Banda Aceh yang tertulis dalam Kitab Mandiyatul Badiah. Inilah yang banyak dipercaya oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya sebagai Ramalan Syiah Kuala.

Ramalan Syiah Kuala memberikan gambaran bagaimana Aceh dulu dan Aceh di masa yang akan datang. Banyak orang yang percaya bahwa Ramalan Syiah Kuala ini akan benar-benar terjadi dan mempengaruhi kehidupan mereka.

Apa saja isi dari Ramalan Tengku Syiah Kuala tersebut?

Dalam kitab berhuruf Arab kuno, Ramalan Syiah Kuala antara lain berbunyi sebagai berikut:

1.Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 Hijriah negeri Aceh akan ditimpa bala bencana.
2.Bahwa dalam tahun 1320 Hijriah Aceh akan dikalahkan oleh kerajaan Ba yang datangnya dari pihak Barat.
3.Bahwa beberapa lama kemudian (lebih kurang) 45 musim kerajaan Ba dikalahkan oleh kerajaan Jim yang datangnya dari pihak matahari terbit.
4.Bahwa lebih kurang Empat musim kerajaaan Jim menguasai Aceh tiba-tiba ia keluar secepat mata karena ia dikalahkan oleh Peuraja ‘Ajam, Peuraja Gajah, Peuraja Cagee, Peuraja Singa dan barang sebagainya.
5.Setelah kerajaan Jim keluar maka negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya atas usaha isi negeri itu akan berdiri satu kerajaan yang menaklukkan negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya bernama kerajaan itu berawal dengan huruf Alif dan berakhir dengan huruf Jim.
6.Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, akan tetapi negerinya penuh huru-hara dan banyak pertumpahan darah. Rakyat melakukan banyak kemudlaratan dan kehidupan mereka susah, perdagangan mahal, pakaiaan dan makanan mahal, yang pandai malah tutup mulut, orang besar-besar banyak dusta, semua rakyat berpaling muka pada pembesar-pembesar itu, perampasan terjadi di tiap-tiap simpang, tidak bersenjata dan banyak orang pada masa itu sangat suka pada merah dan kuning dengan menanti yang tidak mengaku Allah dan bermusuh dengan agama yang ada di atas bumi ini.
7.Bahwa pada waktu itu umat Islam banyak tersesat karena kurang ilmu, kurang amal, lemah iman, banyak dosa. Ketika itu banyak umat Islam meninggalkan mazhab yang lama dan membuat mazhab baru dan itulah tanda huru-hara serta kutuk dan bala.
8.Manusia pada waktu itu banyak membuang adat-istiadat sendiri dan memakai adat-istiadat orang lain. Pada masa itulah manusia banyak meninggalkan syariat Nabi Muhammad saw. Pada waktu itulah orang negeri banyak mengikut huruf Enam dan ada juga yang suka kepada huruf garis Fa, Kaf, Jim, atau sama dengan Kaf, Mim, Jim, Nun dan Sin. Mereka itu tidak mengakui adanya Tuhan Rabbal ‘Alamin.
9.Bahwa nanti akan datang pada suatu masa rakyat akan bangkit dengan amarahnya seperti api berbara, bermaksud membela negeri dan bermaksud hendak melepaskan diri dari kuning dan merah, dan sebagainya. Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam dan pada akhirnya yang memindahkan kuning dan merah itulah yang menang, yakni golongan yang tidak suka kepada pekerjaan atau perbuatan yang salah serta kokohlah ajaran Islam. Negeri aman, damai, adil, makmur seperti dahulu kala, yakni akan menang orang-orang yang beriman.

Meski harus diakui masih banyak hal tersembunyi dalam ramalan Tengku Syiah Kuala di atas karena isinya lebih memuat simbol-simbol yang tidak dapat secara langsung kita pahami, namun kita patut merasa optimis terkait ramalan yang menyatakan bahwa betapapun kondisi awal yang mesti dihadapi bangsa Aceh dan bangsa Indonesia pada umumnya begitu berat dan tak mudah, tapi pada akhirnya, pada saatnya nanti Islam akan kembali kokoh Berjaya. Sehingga dengannya kondisi negeri ini akan aman, damai, adil, makmur seperti dahulu kala karena orang-orang beriman pasti akan kembali meraih kemenangan.

Terlepas dari benar atau tidaknya ramalan tersebut, namun kita sebagai Muslim mesti yakin pada janji Allah. Hal ini sesuai dengan beberapa firmah Allah yang menyatakan bahwa bumi ini pada akhirnya memang akan diwariskan kepada kaum beriman, mereka yang tertindas, orang-orang saleh dan mereka yang bertakwa.

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raf: 127-128)

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (QS. Al Qashas:5)

“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.  Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).” (QS. Al Anbiya:105-106)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An-Nur:55)

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *