Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 30 August 2018

Pesan Pertempuran Terakhir Mahatir Mohamad


AC3CCBFE-1696-400F-9DD5-AEB88501FEE0

islamindonesia.id – Pesan Pertempuran Terakhir Mahatir Mohamad

 

Politik Malaysia diharapkan segara stabil setelah Mahatir Mohamad mengambil alih pucuk pimpinan yang sebelumnya digenggam oleh Najib Rajak. Mahatir Mohamad kemudian menuliskan pernyataan  atas kemenangannya. Menurut Buya Ahmad Syafii Maarif dalam tulisan Resonansi di Surat Kabar Republika, teks puisi Mahatir Mohamad bisa dijadikan dasar penilaian kepemimpinannya nanti.

Buya Syafii Maarif menampilkan tulisan puitis itu dalam bahasa Indonesia, ia mengatakan, “boleh jadi pernyataan itu semula ditulis bahasa Malaysia, tetapi sumber yang saya dapatkan adalah dalam format bahasa Inggris oleh Kemal Ahmed.” Terjemahannya sebagai berikut.

Pertempuran Terakhir: Pesan Mahatir Pasca-Pilihan Raya

Tun Mahatir Mohamad

Aku telah sampai di ujung hidupku. Satu-satu keinginanku untuk menyudahi bagian yang tersisa dari usia ini semata-mata taat dan sujud kepada Allah.

Namun, aku masih sanggup memusatkan perhatian dalam kesunyianku saat mata dipejamkan, aku mengamati anak bangsaku sedang diperlakukan dengan buruk. Aku melihat hak-hak angkatan muda sedang dirampok di tangan si rakus yang dikendalikan setan.

Aku tahu harus berbuat sesuatu. Aku bukanlah seorang yang tahan terus diam, melipat lenganku menonton semua yang tengah berlaku ini oleh mereka yang tak punya perasaan bersalah.

Ya, Allah, aku pun faham mengapa Engkau memanjangkan usiaku dengan rahmat dan belas asih-Mu mencapai 93 tahun yang masih tegak dengan kuat, sehat, dan mampu berfikir tajam, penuh semangat dalam menghadapi pertempuran pamungkasku.

Terima kasih kepada Engkau, Allah, dengan segala izin Engkau, aku telah sanggup melindungi hak-hak rakyat dan melengserkan si penjahat . Do’a sesudah ini aku akan bisa menutup mataku dengan minda yang damai sehingga jiwaku menjumpai Engkau dalam damai, Maha Penciptaku.  

Sebuah keinginan bukanlah agar namaku dipuji atau diriku sendiri dimuliakan pasca kematianku. Tak ada keperluan untuk menyebutku setelah kematianku. Aku perlakukan apa yang telah kuperbuat sebagai sesuatu ketentuan bagi perjalananku, demi menjumpai Engkau di seberang makam. Sekiranya ada orang ingin menyebut sesuatu tentangku, cukuplah mengirimkan do’a agar aku punya perjalanan aman menjumpai Penciptaku.

Amin

Tun Dr Mahatir

 

 

Lj / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *