Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 12 August 2017

Melongok Isi Museum Asmaul Husna Madinah  


Melongok Isi Museum Asmaul Husna Madinah

islamindonesia.id – Melongok Isi Museum Asmaul Husna Madinah

 

Berjarak sekitar 50 meter sebelah barat Masjid Nabawi, terdapat Museum Asmaul Husna. Gedung Museum ini hanya berjarak beberapa meter di luar pagar Masjid Nabawi, tepatnya pada pintu ke-13.

Terkait nama Asmaul Husna, pemandu museum menyebutkan bahwa keberadaan museum ini sebagai upaya mendekatkan para jemaah haji dan umrah kepada nama-nama Allah. Diharapkan, dengan merenunginya akan menambah keimanan.

Setidaknya ada lima warga Indonesia yang bekerja di museum ini. Salah satu dari mereka, Didi mengatakan bahwa Museum Asma Al Khusna berdiri sejak 4 tahun yang lalu. Museum ini masih terus dikembangkan, terlihat dari proses renovasi yang sudah dilakukan hingga tiga kali meski terbilang masih baru. Revonasi tersebut, kata Didi, dilakukan lebih pada pengembangan konten.

“Awalnya museum ini hanya berisi gambar dan tulisan. Pada tahap berikutnya diperbaharui lagi dengan menambahkan panorama. Kini, selain gambar tulisan dan panorama, ada juga permainan edukatif bagi anak-anak,” ujarnya.

Didi menjelaskan bahwa museum ini didesain dengan membaginya menjadi tiga ruang. Ruang pertama, berisi tulisan nama-nama Allah yang yang jika direnungi, maka akan menambah rasa cinta kepada-Nya. “Nama-nama tersebut antara lain Allah, Al-Ghofur, Al-Afwu, Al-Jawwad, dan lainnya,” tutur Didi.

Kedua adalah ruang yang berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menumbuhkan rasa takut akan kebasaran-Nya. “Nama-nama itu misalnya, Asy-Syahid, Ar-Raqib, Al-Qawwy, dan lainnya,” ucap Didi.

Ruangan ketiga berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menambah pemahaman kita tentang keagungan-Nya. “Nama itu misalnya Al-Wahidul Ahad, Al-Wahid, Al-Aziz, Al-Aly, serta lainnya,” kata Didi.

Selain tulisan nama-nama Allah, museum ini juga dilengkapi dengan video dan panorama yang mengandung pesan untuk menunjukan kebesaran Allah SWT.

Menurut Didi, museum ini termasuk salah satu wisata ziarah favorit jemaah haji Indonesia. Setiap harinya, tak kurang dari 1000 jemaah yang berkunjung ke museum ini. Bisa jadi, hal itu karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.

“Paling ramai pengunjung pada musim umrah Ramadan dan musim haji. Jemaah Indonesia umumnya berkunjung dari jam  6 – 9 pagi atau dari setelah Asar sampai jelang Magrib,” tutup Didi.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *