Satu Islam Untuk Semua

Friday, 31 August 2018

Masjid Tulip Bermekaran di Negeri Beruang Merah


Masjid Tulip Bermekaran di Negeri Beruang Merah

islamindonesia.id – Masjid Tulip Bermekaran di Negeri Beruang Merah

 

Meski dikenal sebagai negara berpaham komunis, Rusia merupakan negara dengan populasi Muslim yang cukup signifikan di Benua Eropa. Tempat-tempat ibadah umat Islam pun tersebar di penjuru negeri berjuluk Beruang Merah tersebut.

Salah satunya adalah Masjid Lala Tulpan yang terletak di Ufa, Bashkortostan, Federasi Rusia. Nama masjid tersebut berarti `bunga tulip yang bermekaran.’ Penamaan itu melukiskan keindahan bangunan yang berwarna dominan merah dan putih tersebut.

Bentuk menara dan atap Masjid Lala Tulpan bagaikan kelopak bunga tulip. Di bagian muka, tepat sebelum pengunjung menapaki anak tangga untuk memasuki ruangan masjid ini, terdapat dua menara kembar yang menjulang dengan tinggi masing-masing 53 meter.

Seperti dilansir dari laman Beautiful Mosque, menara itu merupakan yang tertinggi ketiga di antara menara-menara masjid Rusia, yakni setelah Masjid Akhmad Kadyrov (Grozny) dan Masjid Qolsharif (Kazan). Pemerintah setempat mengakui besarnya peranan Masjid Lala Tulpan sebagai rumah ibadah level nasional.

Pada 2001, misalnya, Presiden Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan ulama besar Rusia, Talgat Tadzhuddin (lahir 1948), dan mubaligh-mubaligh lainnya di masjid tersebut untuk membahas kebinekaan dan harmoni di negara berjuluk negeri beruang merah itu.

Masjid Lala Tulpan tergolong unik bila dibanding dengan masjid-masjid umumnya. Bentuk atapnya bukan kubah, melainkan tiga limas yang tampak tersusun satu sama lain.

Sementara itu, bagian depan masjid ini menampilkan bentuk tiga buah segitiga sama-kaki yang tampak simetris ketika disandingkan dengan menara kembar di hadapannya. Kalau dilihat dari atas, atap masjid tersebut menyerupai pola bunga tulip yang sedang mengembang.

Desain futuristik ini merupakan karya arsitek berhaluan modern, Wakil Davlyatshin. Rancangannya memenangkan sayembara untuk proyek pendirian masjid di atas lahan yang dikelilingi hutan kota dekat Sungai Belaya. Pembangunan Masjid Lala Tulpan berlangsung sejak 1990.

Delapan tahun kemudian, untuk pertama kalinya bangunan ini dibuka untuk umum. Daya tampungnya mencapai seribu orang jamaah.

Bagian eksterior Masjid Lala Tulpan tampak anggun baik di musim cerah ataupun dingin. Dari foto-foto yang disuguhkan situs Beautiful Mosque, hampir seluruh masjid ini tertutupi warna putih ketika salju turun. Namun, warna merah tetap menyala sehingga dua menara masjid itu bak obor yang menandai aktivitas keagamaan kaum Muslimin setempat.

Adapun saat musim cerah, tentunya pesona khas bunga tulip kelihatan apik. Tidak hanya itu, nuansa serasi juga terasa lantaran adanya pohon-pohon yang mengelilingi lapangan masjid tersebut.

Bagian interior Masjid Lala Tulpan tidak kalah menawan. Ruangan utama yang dipakai untuk shalat terdiri atas tiga tingkat; yang paling dasar untuk jamaah pria, sedangkan tingkat kedua dan ketiga untuk jamaah perempuan.

Lantai tempat sujud dilapisi hamparan sajadah yang berwarna hijau, dengan selang-seling merah. Pada siang hari, terutama ketika cuaca cerah, ruangan ini seluruhnya bermandikan cahaya karena sinar mentari masuk melalui jendela-jendela besar dan ventilasi udara, khususnya yang berdekatan dengan pintu masuk dan mihrab.

Birai jendela itu berbentuk segitiga, selaras dengan pola limas yang menjadi atap masjid ini. Pada malam hari, penerangan me ngandalkan sinar lampu-lampu gantung dan bohlam yang ada di langit-langit ruang an utama. Warna putih mendominasi din ding ba gian dalam masjid tersebut. Oleh karena itu, ada kesan luas (spacious) yang terasa di sana.

Agak berlainan dengan masjid-masjid biasanya, Lala Tulpan cenderung sepi dari dekorasi kaligrafi. Sebaliknya, pola-pola geometris menjadi hiasan yang sering dijumpai di sana-sini, baik pada bagian dalam maupun luar masjid tersebut.

Dengan demikian, arsiteknya seperti ingin mengunggulkan nuansa modernis di atas corak tradisionalis. Contoh lainnya, warna abu-abu yang menjadi ciri khas masjid- masjid di Rusia hanya terdapat pada bagian bawah dua menara Masjid Lala Tulpan.

Bentuk tradisional bukan tidak ada sama sekali. Pada bagian mihrab dan mimbar, Mas jid Lala Tulpan mengikuti corak arsitek tur khas Tatar, suku bangsa mayoritas Muslim di Rusia dan Asia Tengah.

Permukaan dinding mihrabnya melukiskan seni visual mosaik dengan permainan warna toska dan merah-bata. Kemudian, mimbar tem pat imam menyampaikan khotbah terdiri atas undak-undakan. Seluruhnya terbuat dari kayu bermutu tinggi.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *