Satu Islam Untuk Semua

Friday, 03 July 2015

Merindu Puasa di ‘Serambi Mekah’ Malaysia


profil-kelantan

Setiap orang pasti didera rindu yang tak terperi pada kampung halaman kala puasa datang. Pasalnya, suasana Ramadhan di tempat kelahiran lebih berkesan di hati karena dilaksanakan bersama dengan sanak keluarga.

Kondisi ini pun yang dirasakan oleh Asmawati Muhammad, Muslimah yang berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia.

asmawati-muhammad

Keluarga Asmawati

Asma merindukan puasa di kampung halamannya, Kelantan, Malaysia. “Suasana Ramadhan di Kuala Lumpur sangat berbeda dengan Kelantan, saya sangat merindu puasa di sana,” ungkap perempuan yang bersuamikan Abdul Halim Syihab, laki-laki berkewarganegaraan Indonesia.

“Orang Malaysia sering bertandang ke Kelantan jika bulan Ramadhan karena puasa di sini sangat meriah layaknya sebuah pesta,” kata perempuan yang berprofesi sebagai dosen senior di Akademi Pengajian Islam, Universitas Malaya.

Asma mendeskripsikan di negeri yang diberi gelar “Serambi Mekah” itu tempat ibadah sangat ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru.

mesjid-di-kelantan

Suasana di salah satu Masjid saat Ramadhan

“Sungguh menakjubkan melihat orang-orang berduyun-duyun datang ke masjid-masjid dan surau-surau untuk beribadah pada saat berbuka puasa, shalat tarawih, dan sahur, seperti di Kota Bharu, Pasir Puteh dan Tanah Merah,” ujar ibu dari Abdul Aziz Syihab (7) dan Surayya Yasmine Syihab (4).

“Di Kelantan, bila menyambut Ramadhan, setiap orang akan berlomba-lomba untuk beribadah, bersedekah, menyediakan makanan untuk berbuka puasa, menjamu anak yatim, berzakat dan sebagainya,” papar perempuan yang telah merampungkan pendidikan doktoral tahun lalu di bidang al-Qur’an dan Sunnah.

Selain itu, Ramadhan di Kelantan dimeriahkan dengan tadarus al-Quran, tak sekadar membaca, tapi juga memahami maknanya, katanya.

“Kerajaan Negeri setiap tahun menetapkan satu surat atau sejumlah ayat al-Quran pilihan untuk dijadikan ‘buku Ayat Tadarus’ resmi bagi rakyat yang mengandung tafsir mendalam. Buku itu akan dibagikan secara cuma-cuma agar digunakan di seluruh pelosok negeri,” kata Asma kepada reporter Islam Indonesia awal pekan ini.

pimpinan-kelantan

Almarhum Tok Guru Nik Abdul Aziz

Religiusitas yang terbangun tak terlepas dari peranan ‘pemimpin unggul’ di negeri Kelantan, Almarhum Tok Guru Nik Abdul Aziz.

“Oki Setiana Dewi pernah datang ke Kelantan dan mendedikasikan sebuah puisi yang memuji keistimewaan dan kebaikan ‘menteri besar’ di negeri ini. Memang, suasana di Kelantan lebih religius dari segi kultur masyarakatnya dibandingkan negeri lainnya karena bernaung di bawah kepemimpinan ulama,” papar Asma.

Terdapat satu perkampungan Ramadhan yang dipersiapkan di akhir bulan Sya’ban. “Pada saat menjelang Ramadhan, pemerintah mempersiapkan perkampungan atau ‘qaryah ramadhan’ yang meriah bertempat di Dataran Stadium Sulatan Mahammed IV,” ujar perempuan yang pernah menempuh S1 di Universitas Malaya, Malaysia dalam bidang al-Quran dan al-Hadith pada tahun 2003.

shalat-di-kelantan

Shalat tarawih di Kelantan

Momentum bulan puasa diciptakan sedemikian rupa oleh mantan Menteri Besar Kelantan sebagai ‘ibadah tourism‘. “Pada saat Ramadhan, Almarhum Tok Guru menjadikan negeri Serambi Mekah ini sebagai bulan destinasi dengan konsep paket pelancongan ibadah,” papar perempuan yang mendapatkan gelar Master dan PhD dari Universitas Islam Antarbangsa, Malaysia.

bazar-di-kelantan

Bazar di bulan Ramadhan

Makanan merupakan hal yang paling dirindukan setiap perantau. “Pada saat Ramadhan, di setiap rumah memasak makanan khas yang digemari keluarga. Selain itu, banyak bazar yang menjual aneka makanan, seperti onde-onde, putri mandi, dan sebagainya,” papar perempuan yang selalu menyediakan makanan berbuka puasa ala Indonesia bagi keluarga, seperti bakwan, tahu isi, dan bubur kacang hijau.

sanggupal-sagu

Sanggupal Sagu

nasi-kerabu

Nasi Kerabu

Asma harus membunuh rasa rindu terhadap kampung halaman dengan menjalankan ibadah puasa di Kuala Lumpur beserta suami dan kedua anaknya. Keluarga harmonis itu melaksanakan shalat tarawih di masjid Universitas Islam Antarbangsa Malaysia yang terletak tak jauh dari rumah mereka.

“Di masjid UIAM, imam membacakan satu juz al-Qur’an setiap shalat. Suasana syahdu mengiringi lantunan bacaan ayat al-Qur’an dari para imam yang notabene hafiz dari manca negara. Selain itu, diadakan program Qiyamul lail tiap bulan Ramadhan,” papar Asma.

keluarga-asmawati-klantan

Keluarga besar Asmawati di Kelantan

Asma berencana mudik ke Kelantan pada Lebaran tahun ini untuk melepas rindu. “Aku lahir di Kelantan, insya Allah akan pulang kampung pada hari raya tahun ini berkumpul bersama ibu dan keluarga besar di Pasir Mas karena sebelumnya sudah lebaran dengan keluarga mertua di Jakarta,” ungkap Asma di akhir pembicaraan.

Zainab/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *