Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 18 May 2017

Gua Kuno ini Simpan Lukisan ‘Dosa Pertama’ Adam dan Hawa


Gua Kuno ini Simpan Lukisan ‘Dosa Pertama’ Adam dan Hawa

islamindonesia.id – Gua Kuno ini Simpan Lukisan ‘Dosa Pertama’ Adam dan Hawa

 

Kota kuno Matera dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Italia. Menariknya, di sana ada gua yang menyimpan ‘dosa’ pertama manusia.

Dikenal sebagai salah satu kota tertua yang dihuni di dunia, Matera yang berjarak 3 jam perjalanan darat dari Naples juga kaya akan sejumlah situs sejarah dan budaya.

Namun dari sekian objek wisata yang ada, salah satu yang paling menarik adalah La Cripta del Peccato Originale atau kuburan dosa pertama. Gua itu pertama kali ditemukan pada tahun 1963.

Diketahui kalau gua tersebut telah dihuni sejak zaman Paleolithic dan Neolithic. Namun baru pada abad ke-9, gua tersebut dihuni oleh para biarawan yang datang dari sejumlah tempat di Eropa dan Asia.

Namun tidak hanya tinggal, salah satu biarawan yang dikenal dengan identitas ‘Pelukis Bunga dari Matera’ tersebut juga melukis tembok dengan lukisan fresco yang didasarkan dari kitab suci.

Dari sekian banyak lukisan yang ada di dalam gua, yang paling terkenal adalah lukisan dosa pertama yang terinspirasi dari Kitab Kejadian. Mengisahkan tentang perbuatan Adam dan Hawa yang memakan buah apel terlarang dari pohon pengetahuan.

Lukisan Dosa Pertama

Oleh sebab itu, kejadian itun pun diketahui menjadi dosa awal manusia sebelum akhirnya diusir dari Taman Eden. Lukisan itu juga yang menjadi awal penamaan dari gua tersebut.

Selain lukisan Adam dan Hawa yang diusir oleh Tuhan, terdapat juga lukisan para orang suci hingga malaikat dan tentunya Yesus sendiri. Gua tersebut juga memiliki sebutan ‘Sistine Chapel dari Seni Rupestrian’.

Hanya saja, kondisi gua itu sangat tidak terawat saat pertama kali ditemukan. Untung saya sekelompok pelajar menemukan lukisan unik tersebut. Setelah itu, pihak Yayasan Zetema dan Institut Restorasi Italia melakukan restorasi dan mengembalikan kejayaan gua tersebut.

Setelah semua proses restorasi dilakukan, akhirnya gua tersebut dibuka kembali untuk wisatawan pada tahun 2005. Namun berhubung gua itu terletak pada kebun anggur pribadi, traveler harus meminta izin lebih dulu dan membayar biaya masuk sebesar 10 Euro atau sekitar Rp 140 ribu.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *