Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 31 December 2017

Tetap Bijak dan Mawas Diri Sambut Tahun Baru


Tetap Bijak dan Mawas Diri Sambut Tahun Baru

islamindonesia.id – Tetap Bijak dan Mawas Diri Sambut Tahun Baru

 

Hari ini, 31 Desember merupakan hari terakhir tahun 2017 masehi. Besok, atau tepatnya pertengahan malam nanti, saudara-saudara kita sebangsa yang beragama Nasrani tengah bersiap menyambut tahun baru 2018.

Sementara kita selaku kaum Muslimin, hal-hal apa yang sebaiknya kita lakukan? Sekadar ikut menghabiskan masa libur kerja, mungkin tak mengapa kita ikut begadang menikmati keriuhan perayaan tahunan itu. Namun yang mesti diingat, bukan hanya pada momen perayaan pergantian tahun, bahkan di sepanjang waktu kita hidup di dunia, kita mesti tetap berhati-hati dan tidak terjebak pada perilaku sia-sia.

Setidaknya, ada beberapa hal sederhana namun penting yang mesti kita perhatikan dan layak dijadikan bahan perenungan. Apa saja?

Jadikan waktu spesial, bukan hanya tepat pukul 12 malam saat akhir tahun, tapi juga 1/3 malam terakhir setiap hari, saat kita mesti bangun untuk shalat Tahajud.

Jadikan penantian hebat, bukan hanya ketika menunggu detik-detik pergantian tahun dalam sukacita, tapi juga sukacita saat menunggu berkumandangnya azan subuh di masjid.

Siapakah manusia yang sehat dan kuat? Bukan mereka yang rela begadang apalagi berpesta sepanjang malam lalu tidur pagi, melainkan mereka yang memilih tidur lebih awal agar juga bisa bangun lebih awal untuk shalat sunnah sebelum subuh dan shalat subuh dalam keadaan segar-bugar. Terlebih lagi bila selalu berupaya bisa shalat subuh berjemaah di masjid.

Jika ada yang memilih bahagia dengan membelanjakan harta, bahkan berpesta kembang api, pesta musik dll, mungkin lebih baik bila kita memilih bersedekah di setiap pagi hari lalu dirutinkan di hari-hari selanjutnya.

Begitu pula terkait resolusi dan deklarasi harapan yang biasanya dilakukan orang lain saat pesta kembang api memuncak, bagaimana kalau kita lebih memilih bermunajat di waktu terbaik saat Allah “turun ke langit bumi” sehingga kita dapat memanjatkan doa kepada-Nya.

Apapun yang kita hendak lakukan, biasanya akan selalu tersedia pilihan. Dengan tetap mawas diri, semoga kita bisa memilah dan memilih mana yang paling bermanfaat, jangan sampai waktu dan hidup kita terbuang sia-sia.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *